DBD Ancam Cikka
DBD Ancam Sikka, Aleks Armanjaya Minta Pemerintah Jangan Lengah
Pengiat LSM di Sikka yang bekerja di Yaspem Maumere, Aleks Armanjaya meminta Pemkab Sikka jangan lengah tapi harus fokus dan serius mengurus persoalan
Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
Senada dengan Mario, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus kepada wartawan menjelaskan, kasus DBD masih ditemukan hingga pertengahan Juli 2020.
Meski disibukkan dengan penanganan covid-19, pihaknya masih terus memantau perkembangan kasus DBD di Sikka.
Herlemus mengatakan, kasus DBD di Sikka terus mengalami penurunan sejak Pemkab Sikka menetapkan DBD sebagai KLB.
Terhitung sudah 1.728 kasus, di mana 1.709 dinyatakan sembuh dan 15 orang meninggal dunia.
"Puncak DBD ini terjadi pada bulan Februari 2020 lalu. Sejak Februari ada 720 kasus, bulan maret 483 kasus, bulan April 102 kasus, bulan Mei 43 kasus, Juni 26 kasus, dan hingga pertengahan Juli terdapat 8 kasus," papar Herlemus.
Dengan kondisi ini, pihaknya berharap warga masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan, dengan menerapkan pola 4 M plus yakni, Mengubur barang bekas, Menguras sumber penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan memantau wadah penampingan air dan bak sampah.(ris)
