Kadis Peternakan SBD Minta Warga Tinggalkan Cara Ternak Tradisional Ganti Dengan Cara Modern

ola berternak babi tidak berubah maka bisa saja hewan tersebut punah. Hal itu karena sampai saat ini belum ditemukan obat maupun vaksin ASF.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Kadis Peternakan SBD Minta Warga Tinggalkan Cara Ternak Tradisional Ganti Dengan Cara Modern
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Kadis Peternakan SBD drh.Rihi Meha A.Praing, M.Pd

Kadis Peternakan SBD Minta Warga Tinggalkan Cara Ternak Tradisional Ganti Dengan Cara Modern

POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK--Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat Daya, drh.Rihi Meha A.Praing, M.Pd meminta masyarakat Sumba Barat Daya meninggalkan cara beternak tradisional dengan mengganti cara ternak modern.

Hal itu menyusul serangan wabah virus african swine fever (ASF) yang menyebabkan ribuan ekor babi milik masyarakat SBD mati. Hingga saat ini terdapat 2000-an ekor babi telah mati dari populasi babi milik masyarakt SBD sekitar 70.000 ekor. Bila pola berternak babi tidak berubah maka bisa saja hewan tersebut punah. Hal itu karena sampai saat ini belum ditemukan obat maupun vaksin ASF.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat Daya drh.Rihi Meha A.Praing, M Pd menyampaikan hal itu di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya dengan pola ternak modern dimana kandang cukup baik, kebersihan terjaga, setiap hari wajib semprot disifektan atau membersihkan kandang menggunakan deterjen dan pola makan teratur pula.

Selain itu, tidak bileh mengganti petugas kandang yang setiap hari memberi makan babi. Sebab bila seseorang kontak dengan virus ASF rentan menularkan penyakit tersebut ke babi dan berakibat fatal.

Sebab salah satu ciri penyakit ASF adalah bertahan lama pada suhu apappun. Misalnya kalau kotoran babi dinjak seseorang dan bertahap yang hingga 11 hari, pada daging asap bertahan 100 hari dan daging lembab 1000 hari.

Tinju Adat di Renduola Nagekeo Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Wali Kota Kupang Pastikan Akan Mengantar Masuk ke Rumah Milik Alfiana &Samuel; Setelah Dibedah

Update Corona TTU-Bertambah 21, Jumlah PPDP di TTU Mencapai 4.764 Orang

Karena itu, ia mempersilahkan warga SBD boleh berternak babi dari sekarang dengan cara baru sekaligus meninggalkan cara ternak tradisional. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved