Breaking News:

Berita Kota Kupang

Nikson Lily Bantah Dibekingi Kapolres Kota Kupang

Nikson kecewa karena tidak diwawancara wartawan Pos Kupang tapi nama dan pernyataannya dikutip.

POS-KUPANG.COM/JHO LENA
Nikson Lily (tengah) dan rekan-rekannya bersama Pj Manager Produksi Pos Kupang Alfons Nedabang di Kantor Pos Kupang Jl RW Monginsidi III Kelurahan Fatululi Kota Kupang, Rabu (8/7/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Nikson Lily membantah dibekingi (back up) Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana Tarung Binti dan Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha terkait sengketa tanah di Jalan Piet Tallo, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kamis (2/7/2020).

"Tidak benar kami dibekingi Kapolres dan Kasat Reskrim. Berita itu sangat tidak benar," tegas Nikson saat mendatangi Kantor Pos Kupang di Jl RW Mongisidi III Kelurahan Fatululi Kota Kupang, Rabu (8/7/2020).

Nikson datang bersama tiga rekannya. Dua di antaranya adalah Badly Blegur dan OO. Mereka diterima Pj Manager Produksi Pos Kupang, Alfons Nedabang.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Ultimatum DPRD NTT Satu Minggu 

Nikson kecewa karena tidak diwawancara wartawan Pos Kupang tapi nama dan pernyataannya dikutip.

"Kami tidak pernah diwawancara wartawan Pos Kupang. Jangan buat berita membela kelompok sebelah," ujarnya.

Anak kandung Yuliana Konay ini menyatakan akan melaporkan Pos Kupang kepada Dewan Pers. Ia juga menuntut Pos Kupang menyampaikan permohonan maaf.

Pj Manager Produksi Pos Kupang Alfons Nedabang menyampaikan terima kasih karena Nikson dan rekan-rekan berinisiatif mendatangi Kantor Pos Kupang untuk klarifikasi.

Tangis Suami Dan Keluarga Histeris Saat Menjemput Korban KM Kasih Di RS Bhayangkara Kupang

"Pos Kupang menyapaikan permohonan maaf terhadap pemberitaan yang tidak ada konfirmasinya. Kepada Pak Kapolresta dan Pak Kasat Serse juga kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyaman ini," ucap Alfons.

"Apa yang disampaikan menjadi kritik dan masukan buat Pos Kupang. Kami akan lebih hati-hati lagi dalam menyajikan pemberitaan untuk pembaca budiman," tambah Alfons. Pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu diakhiri dengan foto bersama.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pria yang dipimpin NL dan OO nekat menghadang pekerjaan drainase dan trotoar di Jalan Piet Tallo, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kamis (2/7/2020).

Simak Tanggapan Keuskupan Atambua Terkait Kasus Felix Nesi

Halaman
12
Penulis: Alfons Nedabang
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved