Sejumlah Negara Muak dengan Manuver Cina di Sejumlah Front, Siap Perang Hancurkan Negeri Tirai Bambu

Manuver China di sejumlah front termasuk di Laut China Selatan atau LCS sudah bikin muak negara-negara yang wilayah kedaualannya di diserobot

Editor: Alfred Dama
Xinhua
Militer China 

Sejumlah Negara Muak dengan Manuver Cina di Sejumlah Front, Siap Perang Hancurkan Negeri Tirai Bambu

POS KUPANG.COM -- Manuver China di sejumlah front termasuk di Laut China Selatan atau LCS  sudah bikin muak negara-negara yang wilayah kedaualannya di diserobot

Bahkan sejumlah negara sudah mulaim melakukan aksi sebagai bentuk penolakan aksi negeri Tirai Bambu tersebut

Lebih dari itu, sejumlah negara siap mengangkat senjata melawan China 

Ulah China yang semakin nakal dengan negara tetangga memicu amarah. Negara-negara yang selama ini direcoki China bersiap melakukan perlawanan dari berbagai bidang.

Salah satu contohnya, India menaikkan tarif pajak impor barang dari China. India juga melarang investasi dari China. India pun  telah memblokir banyak aplikasi-aplikasi dari China dan lain sebagainya.

Para penduduk India juga beramai-ramai memboikot produk "Made in China". Gerakan tersebut juga semakin masif kala pemerintah India meminta situs jual beli daring skala internasional, Amazon, menunjukkan negara pembuat produknya.

Langkah-langkah yang diambil pemerintah India dan penduduk India merupakan buntut dari bentrok berdarah antara tentara India dengan tentara China di perbatasan India-China bulan lalu. Puluhan tentara India tewas dalam tragedi berdarah tersebut.

ILUSTRASI. Kapal penjaga pantai atau daerah perbatasan laut Filipina di Laut China Selatan.
ILUSTRASI. Kapal penjaga pantai atau daerah perbatasan laut Filipina di Laut China Selatan. (via Kontan.co.id)

Di Asia Tenggara, Filipina siap angkat senjata atas klaim China di Laut China Selatan.  Ketegangan antara Filipina dengan China memuncak ketika kapal nelayan Filipina ditenggelamkan di perairan Filipina oleh kapal China.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut kapal-kapal perang milik China berlayar semakin dekat ke perairan Filipina.

AS yang sudah perang dagang dengan China dan kesal dengan ulah China pun menggerakkan kekuatan militernya. Angkatan Laut Amerika Serikat menggelar latihan dua kapal induknya di Laut China Selatan, tepatnya di perairan Filipina.

Latihan Angkatan Laut Amerika Serikat itu merupakan buntut pemberlakuan Undang-undang (UU) Keamanan Nasional di Hong Kong oleh otoritas China. Pemberlakuan UU tersebut memicu protes besar pada Rabu (1/7/2020) namun dipatahkan oleh pihak kepolisian.

Beberapa warga Hong Kong ditangkap. UU tersebut mengekang kebebasan demokrasi bagi warga Hong Kong dan melarang tindakan subversif, pemisahan diri, terorisme, dan berkolusi dengan tentara asing. Atas penerapan UU tersebut, sejumlah negara di dunia, sebagai contoh Inggris dan Kanada, menawarkan kewarganegaraan bagi warga Hong Kong.

Baca juga: Hotel ini diklaim sebagai hotel emas pertama di dunia, ini fasilitas dan tarifnya 

Di sisi lain, perusahaan telekomunikasi asal China, Huawei, kini juga diblokir dari pengembangan jaringan 5G di sejumlah negara.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved