MAKIN TEGANG LCS, Kapal Induk AS Sudah Berhadapan Kapal Perang China, Saling Tatap Belum Tembak

Kedatangan grup tempur Armada Pasifik Amerika itu langsung bertemu dengan kapal-kapal perang China yang sudah bersiaga di Laut China Selatan

Editor: Alfred Dama
via Kontan.co.id
USS Bunker Hill bergerak ke posisi untuk melakukan serial latihan menembak bersama dengan HMAS Parramatta selama transit baru-baru ini di Laut China Selatan, dalam foto selebaran 14 April 2020 ini. 

MAKIN TEGANG LCS, Kapal Induk AS Sudah Berhadapan Kapal Perang China, Saling Tatap Belum Tembak

POS KUPANG.COM -- Dua kapal induk Amerika bersama gugus tempurnya telah memasuki kawasan Laut China Selatan

Kedatangan grup tempur Armada Pasifik Amerika itu langsung bertemu dengan kapal-kapal perang China yang sudah bersiaga di Laut China Selatan

Para prajurit di kedua kelompok tempur itu hanya bisa saling tatap, namun belum ada yang mulai menembak 

Dua kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melakukan latihan di Laut China Selatan yang diperebutkan, persis di depan mata kapal-kapal Angkatan Laut China.

Atta Halilintar Yakinkan Hati Siap Nikah dengan Aurel Hermansyah, Anang Sebut Belum

Sejumlah Negara Muak dengan Manuver Cina di Sejumlah Front, Siap Perang Hancurkan Negeri Tirai Bambu

"Mereka melihat kami dan kami melihat mereka," kata Laksamana Muda James Kirk, Komandan USS Nimitz, kepada Reuters, Senin (6/7), dalam sebuah wawancara telepon dari kapal induk itu.

USS Nimitz melakukan latihan di jalur air dengan kapal induk Armada Ketujuh lainnya, USS Ronald Reagan, sejak Sabtu (4/7) lalu, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS 4 Juli.

Kapal induk China Shandong
Kapal induk China Shandong ((null))

Angkatan Laut AS juga membawa kapal induk untuk unjuk kekuatan di Laut China Selatan di masa lalu. Tapi, latihan tahun ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat dengan China.

Ketegangan bermula dari AS mengkritik China atas wabah virus corona dan menuduhnya mengambil keuntungan dari pandemi untuk mendorong klaim teritorial di Laut China Selatan dan tempat lain.

Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan, AS sengaja mengirim kapalnya ke Laut China Selatan untuk melenturkan ototnya dan menuduhnya berusaha menggerakkan baji antarnegara di kawasan itu.

Ada 12.000 pelaut di atas kapal AS

Pentagon, ketika mengumumkan latihan militer dengan membawa kapal induk, menyatakan, AS ingin "membela hak semua negara untuk terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan".

Departemen Pertahanan AS menggambarkan kapal-kapal berbobot 100.000 ton dan masing-masing membawa 90 atau lebih pesawat tempur  sebagai "simbol keteguhan hati".

Sekitar 12.000 pelaut berada di kapal dalam kelompok kapal induk gabungan penyerang tersebut.

Tiongkok mengklaim 90% dari Laut China Selatan yang kaya sumber daya, dengan kapal perdagangan senilai US$ 3 triliun per tahun lalu lalang di perairan tersebut. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam memiliki klaim yang saling bersaing.

ILUSTRASI. (L-R) Amphibious assault ship USS America, Royal Australian Navy helicopter frigate HMAS Parramatta, guided-missile destroyer USS Barry and guided-missile cruiser USS Bunker Hill conduct officer of the watch manoeuvres in the South China Sea, in this Apri
ILUSTRASI. (L-R) Amphibious assault ship USS America, Royal Australian Navy helicopter frigate HMAS Parramatta, guided-missile destroyer USS Barry and guided-missile cruiser USS Bunker Hill conduct officer of the watch manoeuvres in the South China Sea, in this Apri (via Kontan.co.id)
Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved