Bupati Belu Willy Lay Minta Aktivitas Ekspor-Impor Dioptimalkan
Bupati Willy Lay juga mengusulkan agar kegiatan eksport import bisa dilaksanakan 2 kali dalam seminggu.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Bupati Belu Willy Lay Minta Aktivitas Ekspor-Impor Dioptimalkan
POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Setelah masuk new normal, Bupati Belu, Willybrodus Lay meminta
Pemerintah Indonesia dan Timor Leste mengoptimalkan aktivitas ekspor dan impor melalui PLBN Motaain.
Sebagai langkah awal, Bupati Belu menggelar rapat koordinasi dengan Perwakilan Agen Konsulado Timor Leste di Atambua, unsur CIQS (Custums, Immigration, Quarantine, Security), Pimpinan OPD dan Ketua Kadin Kabupaten Belu bersama para pengusaha eksport import di Aula PLBN Motaain, Rabu, (1/7/2020).
Dalam rilis yang disampaikan prokompimbelu, Sabtu (4/7/2020), Bupati Belu,Willybrodus Lay menggelar rapat bersama untuk pembahasan perdagangan batas atau border trade dan perdagangan umum (eksport-import).
Menurut Bupati Willy Lay, untuk meningkatkan perekonomian di Perbatasan Indonesia dan Timor Leste setelah pemberlakuan kenormalan baru/new normal dan juga posisi Kabupaten Belu yang sampai saat ini tetap berada dalam zona hijau, Pemerintah Kabupaten Belu meminta agar aktivitas ekspor impor dioptimalkan kembali.
“Sesuai informasi yang disampaikan oleh Administrator PLBN kepada saya bahwa untuk eksport sudah berjalan seminggu sekali sedangkan import belum berjalan karena pihak Timor Leste belum membuka pintu perbatasan oleh karena itu saya meminta kepada Agen Konsulat agar menyampaikan kesepakatan rapat hari ini kepada Pemerintah Timor Leste,” ujar Bupati Belu.
Bupati Willy Lay juga mengusulkan agar kegiatan eksport import bisa dilaksanakan 2 kali dalam seminggu.
Administrator PLBN Motaain, Engelbertus Klau, S.STP juga melaporkan, perdagangan batas atau border trade di masa Covid-19 terhenti.
Pihak PLBN mencoba untuk membuka kembali tanggal 20 Juni dengan membuka pasar perbatasan dengan menerapkan protokol kesehatan tetapi jumlah pedagang dan pembeli masih kurang karena di Timor Leste masih tutup pintu batas.
“Kami sudah mulai mencoba pada 20 Juni dengan membuka pasar perbatasan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan tetapi masih kurang pedagang dan pembeli karena dari pihak Timor Leste masih menutup pintu batas. Terkait perdagangan umum, selama ini ekspor dilaksanakan setiap hari Rabu (2 jam) sedangkan kegiatan importnya masih ada pembatasan,” terang Engel, demikian sapaanya.
Kepala Bea dan Cukai Atambua, Tribuana Wetangterah pada kesempatan itu menyampaikan, kegiatan ekspor puncaknya pada minggu lalu yakni ada 106 truck yang melintas ke Timor Leste dari 3 PLBN yakni PLBN Motaain, Wini dan Motamasin sedangkan untuk import sama sekali belum dilakukan. Tribuana optomis, jika pintu batas Timor Leste kembali dibuka normal maka aktivitas impor juga akan optimal.
Kepala Imigrasi Atambua, K.A. Halim, mengatakan, selama ini untuk perlintasan orang hanya diberlakukan kepada orang-orang tertentu seperti Diplomat, Ijin Tinggal atau visa dinas/diplomatik dan untuk masyarakat yang dilayani adalah yang mix merried, termasuk pekerja ekspor import.
“Jadi imigrasi tetap memberikan pelayanan terbatas bukan lockdown dan untuk masalah dibukanya pintu perbatasan untuk perlintasan kita menunggu keputusan dari negara sebelah. Kalau negara Timor Leste buka, kita laporkan untuk segera dibuka walaupun nanti prosedurnya tetap diberlakukan protokol kesehatan secara ketat karena antar negara,” terang Halim.
Perwakilan Agen Konsulat Timor Leste di Atambua, Joao Simon De Sausa mengutarakan, kehadirannya dalam rapat tersebut untuk mendengar dan mencatat apa yang menjadi point dalam rapat karena tugasnya di Atambua hanya sebatas konsulat dan untuk urusan protokoler serta hal-hal teknis. Sementara terkait aturan/kebijakan ada pada Kedutaan RDTL di Jakarta.
“Jadi semua hasil rapat ini terkait dengan border trade dan eksport import akan saya laporkan kepada Kedutaan Timor Leste di Jakarta dan Kementerian Luar Negeri RDTL di Dili,” terang Joao.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-belu-willynrodus-lay-saat-menggelar-rapat-koordinasi.jpg)