Amerika Benar-benar Siap Perang Lawan China, 2 Kapal Induk Latihan di Perairan Filipina Dekat LCS

Bukti kesiapan Amerika itu adalah dengan melakukan latihan dan simulasi perang untuk mempersiapkan semua kekuatan guna menghadapi perang sesungguhkan

Editor: Alfred Dama
Australia Department Of Defence/Handout via REUTERS via Kontan.co.id
ILUSTRASI. Kapal induk AS dan Australia di Laut China Selatan. 

Amerika Benar-benar Siap Perang Lawan China, 2 Kapal Induk Latihan di Perairan Filipina Dekat LCS

POS KUPANG.COM -- Kapal-kapal perang Amerika terus meningkatkan kewaspadaan guna menghadapi China di Laut China Selatan

Bukti kesiapan Amerika itu adalah dengan melakukan latihan dan simulasi perang untuk mempersiapkan semua kekuatan guna menghadapi perang sesungguhkan yang bakal terjadi

Latihan ini sebagai respon Amerika untuk menjawab kecaman sejumlah negara di ASEAN terhadap meningkatkan aktivitas militer China di Laut China Selatan atau LCS

Kecamaman yang dilayangkan sejumlah pemimpin ASEAN terhadap Agresivitas militer Tiongkok di Laut China Selatan direspons dengan latihan militer oleh Amerika Serikat.

Sehari setelah kecaman itu disampaikan dua kapal induk AS memulai latihan bersama di Laut Filipina pada hari Minggu (28/6).

Kapal Induk Amerika bersama gugur tempur hadir di Laut China Selatan
Kapal Induk Amerika bersama gugur tempur hadir di Laut China Selatan (US Navy via Diplomat)

Angkatan laut AS mengerahkan kapal induk USS Nimitz dan USS Ronald Reagen Carrier Strike Croups untuk meningkatkan komitmen responsif, fleksibel dan abadi AS untuk perjanjian pertahanan timbal balik dengan sekutu dan mitra di Indo-Pasifik, tulis angkatan laut AS dalam sebuah pernyataan.

Latihan perang dua kapal induk itu dilakukan tepat sepekan setelah USS Nimitz dan kapal perang lain yakni USS Theodore Roosevelt melakukan operasi bersama di daerah tersebut.

Gubernur Anies Baswedan Masih Bungkam soal Polemik PPDB DKI Jakarta, Hanya Jawaban Singkat Ini

Istri Selingkuh di Hotel Digerebek Suami, Disuruh Beli Susu Malah Check In, Viral di Medsos

Puput Ucapkan Syukur Miliki Ahok Sampai Cium Mesra Sang Suami, ini 5 Manis Ulang Tahun Ahok

Presiden Jokowi Gerah Kinerja Lambat Para Menteri, Ancam Ganti Para Pembantu, Termasuk Prabowo?

Walikota Surubaya Menangis dan Bersujud di Depan Para Dokter, Risma: Saya Tak Pantas Jadi Walikota

Sangat jarang untuk melihat tiga kapal induk AS yang beroperasi pada waktu yang sama di Pasifik Barat dan bahkan lebih tidak biasa untuk memiliki latihan pembawa ganda yang terpisah dalam kerangka waktu yang cepat.

Laksamana Muda George Wikoff, komandan Carrier Strike Group 5, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa latihan itu dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan Angkatan Laut untuk melakukan semua operasi perang domain.

“Angkatan Laut AS tetap memiliki misi yang siap dan dikerahkan secara global. Operasi dual carrier menunjukkan komitmen kami terhadap sekutu regional, kemampuan kami untuk secara cepat memerangi kekuatan di Indo-Pasifik, dan kesiapan kami untuk menghadapi semua pihak yang menentang norma-norma internasional yang mendukung stabilitas regional, ”kata Wikoff seperti dilansir Japantimes, Senin (29/6).

Fokus pernyataan itu pada sekutu regional akan menambah tekanan yang meningkat pada Cina, yang mengklaim banyak Laut Cina Selatan, meskipun Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei memiliki klaim yang tumpang tindih di perairan di mana Cina, AS, Jepang dan beberapa negara Tenggara Angkatan Laut Asia beroperasi secara rutin.

Pada hari Sabtu, Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Vietnam atas nama 10 negara ASEAN bahwa perjanjian lautan tahun 1982 di AS harus menjadi dasar dari hak kedaulatan dan hak-hak di jalur air yang disengketakan.

"Kami menegaskan kembali bahwa UNCLOS 1982 adalah dasar untuk menentukan hak maritim, hak berdaulat, yurisdiksi dan kepentingan sah atas zona maritim," tulis pernyataan ASEAN, merujuk pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut, yang mendefinisikan hak-hak negara ke lautan dunia dan membatasi zona ekonomi eksklusif di mana negara-negara pantai memiliki hak khusus untuk menangkap ikan dan sumber daya energi.

Collin Koh, seorang peneliti dan pakar keamanan maritim di Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam di Singapura, mengatakan keputusan AS itu kemungkinan dimaksudkan untuk melawan narasi China di hadapan publik bahwa kehadirannya di wilayah tersebut sangat dipengaruhi oleh vpandemi sementara juga meyakinkan sekutu dan mitra AS.

ILUSTRASI. Kapal penjaga pantai atau daerah perbatasan laut Filipina di Laut China Selatan.
ILUSTRASI. Kapal penjaga pantai atau daerah perbatasan laut Filipina di Laut China Selatan. (via Kontan.co.id)
Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved