Gegara China,Kawasan Asean Jadi Tak Aman,Ulah Negeri Tirai Bambu Asia TenggaraBisa jadi Medan Perang

China juga mengkali sebagian laut Natuna Utara , namun langsung dijawab tegas Indonesia yang mamaksa nelayan China ikut keluar dari ZEE

Editor: Alfred Dama
via Kontan.co.id
ILUSTRASI. Kapal penjaga pantai atau daerah perbatasan laut Filipina di Laut China Selatan. 

Gegara China, Kawasan Asan Jadi Tidak Aman, Ulah Negeri Tirai Bambu Asia Tenggara Bakal jadi Medan Perang

POS KUPANG.COM -- Sejak China mempertegas klaimnya atas Laut China Selatan dan pulau-pulau di kecil di dalamnya, kawasan di Asia Tenggara langsung menjadi perhatian internasional

Amerika langsung menjawab klaim itu dengan mengirimkan Armada lautnya dalam jumlah besar dengan sandi Operasi Kebebasan Navigasi

China juga mengkali sebagian laut Natuna Utara , namun langsung dijawab tegas Indonesia yang mamaksa nelayan China ikut keluar dari ZEE 

Namun kini pasukan militer dari negeri Tirai Bambu itu terus memperkuat militer mereka 

Kehadiran dua raksasa militer China dan Amerika kini memuat kawasan ini menjadi tidak aman bahkan tercam menjadi medan perang laut

Jadi Polisi Ikut Jejak Ayah, Puput Nastiti Devi Relah Lepas Jabatan Demi Ahok, Kini Jarang Pulang

Perang Hebat Israel & Pejuang Palestina Bakal Pecah,Zionis Akan Caplok Tepi Barat,Hamas Siap Perang

Mantan Bintang Porno Arab, Menyesal Setelah Tubuh dan Aksi Mesum Ditonton di Seluruh Dunia

KABAR DUKA, RIP Ibunda Once Dewa Meninggal, Sang Putra Menyesal Tak Bisa Penuhi Permintaan Mama

Susi Pudjiastuti Lengser dari Jabatan Menteri, Kini Bahagia Bersama Cucu Tak Pusing Urusan Negara

PERIKSA RAMALAN ZODIAK Hari ini, Sabtu 27Juni 2020:Cancer Pembuktian Cinta Kekasih,Virgo Kabar Baik

Vietnam dan Filipina mengingatkan meningkatnya rasa tidak aman di Asia Tenggara pada pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada Jumat (26/6).

Kapal-kapal pengeruk Tiongkok terlihat di sekitar karang di Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut China Selatan, dalam foto yang diambil oleh pesawat pengintai AS, Mei 2015.
Kapal-kapal pengeruk Tiongkok terlihat di sekitar karang di Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut China Selatan, dalam foto yang diambil oleh pesawat pengintai AS, Mei 2015. (REUTERS)

Ini setelah China meningkatkan kegiatannya di Laut Cina Selatan yang disengketakan selama pandemi virus corona.

Vietnam dan Filipina sudah mengajukan protes ke China pada bulan April 2020 lalu setelah China secara sepihak mendeklarasikan pembentukan distrik administratif baru di pulau-pulau di jalur perairan bermasalah di Laut China Selatan yang juga diklaim menjadi wilayah Vietnam dan Filipina.

"Bahkan ketika wilayah kami berjuang untuk menahan wabah corona (Covid-19), insiden-insiden yang mengkhawatirkan di Laut Cina Selatan terjadi," kata Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam pertemuan secara virtual para pemimpin Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) pada Jumat (16/6) yang dikutip Reuters.

"Kami meminta para pihak untuk menahan diri dari meningkatkan ketegangan dan mematuhi tanggung jawab di bawah hukum internasional," katanya.

China telah mendorong kehadirannya di Zona Ekonomi Eksklusif dari negara-negara lain, sementara negara lain sibuk menangani pandemi corona.

Ini yang mendorong Amerika Serikat (AS) meminta China agar menghentikan perilaku intimidasi di Laut China Selatan.

Sebuah kapal penjaga pantai China mencoba menghalangi sebuah kapal AL Filipina di Laut China Selatan.
Sebuah kapal penjaga pantai China mencoba menghalangi sebuah kapal AL Filipina di Laut China Selatan. (Bullit Marquez/AP)

Pada awal April 2020, Vietnam menyatakan, salah satu kapal penangkap ikannya ditenggelamkan oleh kapal pengawas maritim Tiongkok. China mengatakan klaim Vietnam di laut Cina Selatan adalah ilegal dan pasti akan gagal.

Dalam pidato pembukaannya di KTT ASEAN, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc mengatakan, lembaga internasional dan hukum internasional telah ditantang secara serius selama krisis global.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved