Kamis, 4 Juni 2026

Markus, Pemuda Asal Flores yang Tewas di Surabaya Dalam Bentrokan Geng Motor

Markus Langmal, pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas, menjadi korban dalam bentrokan berdarah antar geng motor di Surabaya

Tayang:
Editor: Hermina Pello
TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI
Kerabat dan keluarga korban bentrokan berdarah di Surabaya, saat melangsungkan prosesi pembacaan doa mengelilingi peti mati Markus Langmal (18), di Kamar mayat RSU Dr Soetomo Surabaya, Minggu (21/6/2020). 

POS-KUPANG.COM | SURABAYA - Markus Langmal, pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas, menjadi korban dalam bentrokan berdarah antar geng motor di Surabaya. Sementara korban lainnya, Yanto masih dirawat.

Sebuah bentrokan geng motor terjadi di Jalan Raya Tambak Langon, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (21/6/2020).

Selama setahun, korban diketahui tinggal indekos di kawasan Kebomas, Gresik, Jatim.
Jenazah korban sudah dievakuasi ke kamar mayat RSU Dr Soetomo. Surabaya.

Satu korban lainnya bernama Yanto. Dia mengalami luka-luka dan kondisinya masih kritis.
Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Port Health Center (PHC) Surabaya.

Bangunan Laboratorium Swab di Sikka Sudah Siap, Alat Juga Sudah Ada

Peristiwa bentrokan antar kelompok pecah dan terjadi di Jalan Raya Tambak Langon, Asemrowo, Surabaya, Minggu (21/6/2020) dini hari.

Kapolsek Asemrowo Surabaya AKP Hari Kurniawan membenarkan adanya bentrokan antar kelompok yang pecah dan terjadi di Jalan Raya Tambak Langon, Asemrowo, Surabaya tersebut.

Pengusutan kasusnya telah ditangani oleh Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dengan bantuan teknis Unit Reskrim Polsek Asemrowo.

"Sebetulnya itu lari. Kejadiannya di daerah Tandes, Margomulyo, larinya ke arah, kan dikejar hingga ke Tambak Langon," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com, Minggu (21/6/2020).

Hari mengaku belum bisa memastikan bentrokan yang terjadi sekira pukul 03.00 WIB itu dipicu oleh apa.

Hasil Tes Urine Oknum DPRD TTU, IFT Dan Kenalan Perempuannya, AHP

Pasalnya, pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi atau teman-teman korban.
(Tawuran) iya ini masih penyelidikan, ini kan kondisi saksi yang bersama dia masih terpengaruh alkohol, ini masih diinterogasi," tegasnya.

Menurut Kapolsek Asemrowo Surabaya AKP Hari Kurniawan, ada dua korban dalam insiden bentrokan tersebut.

Satu orang diantaranya meninggal dunia di lokasi kejadian, bernama Markus Langmal (18) warga kelahiran Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tinggal indekos di Kebomas, Gresik.

Sedangkan satu orang korban lainnya kritis dan masih menjalani perawatan, bernama Yanto.
"Iya ada dua. 1 orang meninggal di lokasi, 1 orang lainnya masih dirawat," ujarnya, saat ditemui Tribunjatim.com di kamar mayat RSU Dr Soetomo, Minggu (21/6/2020).

Sementara itu, teman korban Miger (25) mengungkapkan, selain Markus, masih ada korban lain yang mengalami luka-luka dan sedang dirawat di IGD RS PHC Perak, Surabaya.

Namun ia mengaku tidak mengenal persis siapa korban lain itu, yang kini sedang dirawat.
"Ada 1 orang lagi masih dirawat di RS Perak. Kami enggak kenal, yang kami kenal Markus," beber Miger.

Pantauan Tribunjatim.com, di kamar mayat RSU Dr Soetomo Surabaya, belasan kerabat dan anggota keluarga korban tampak memadati teras depan ruang kantor administrasi pengurusan jenazah di kamar mayat RSU Dr Soetomo Surabaya.

Presenter Cantik ini Sedang Cari Kekasih,Ini Tipe Cowok yang Bisa Jadi Pacar Maria Vania,Bocorannya?

Pihak keluarga masih berupaya merampungkan proses administrasi jenazah. Besar kemungkinan jenazah akan dikebumikan di Kota Surabaya.

Paman korban tewas, Jhon mengungkapkan, Markus Langmal keponakannya itu tewas setelah terlibat baku hantam dengan sekelompok geng motor saat melintas di kawasan jalan tersebut.

"Kejadiannya semalam, ya pagi subuh tadi. Di jalan Tambak Langon, di jalan raya," katanya saat ditemui Tribunjatim.com, di kamar mayat RSU Dr Soetomo, Surabaya, Minggu (21/6/2020).
Jhon mengaku belum bisa memastikan permasalahan apa yang menyebabkan keponakannya itu terlibat baku pukul dengan geng motor saat itu.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari penyidik kepolisian, keponakannya itu sempat dihentikan oleh sekelompok geng motor tak dikenal, sebelum baku hantam pecah diantara kedua belah pihak

"Bukan (tawuran). Tapi geng motor, Ya cekcok sama geng motor gitu. Iya naik sepeda motor terus diberhentikan," tegasnya.

Sementara itu, sahabat korban Miger (25) mengungkapkan, korban mengalami luka parah pada bagian wajah dan kepala.

Sebelum insiden baku hantam itu terjadi, korban sedang dibonceng oleh kakaknya, Yoma, menaiki sepeda motor.

Ia menganggap, Yoma itulah yang mengerti betul kronologi kejadian baku hatam yang berujung tewaskan Markus.

"Kami semua juga simpang siur kronologinya, tapi kakak korban itu yang tahu, karena goncengan kan, diperiksa polisi (Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya)," pungkas Miger.
Sebelumnya, bentrokan antar dua kelompok terjadi di Jalan Raya Tambak Langon, Asemrowo, Surabaya, Minggu (21/6/2020) dini hari. (tribunnews)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved