Cerita Guru SMA Negeri I Mauponggo Sambangi Rumah Siswa Bagikan Rapor Hingga Orangtua Menangis
mendukung anaknya untuk ikut belajar daring dan memperhatikan anaknya saat belajar menggunakan Hanphone.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Ia menyebutkan ada beberapa hal yang merupakan tujuan para guru langsung mengunjungi 300 siswa kelas X dan XI adalah pertama menginformasihkan aktivitas belajar siswa kepada orang tua atau wali selama "dirumahkan" berdasarkan catatan dari wali kelas, dan memberikan motivasi kepada siswa yang bermaslah serta memberikan apresiasi kepada siswa yang sudah menjalankan tugas dengan baik.
Kedua menginformasikan tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru, karena kita berada dalam zona merah, maka pembelajaran dilaksanakan secara daring, dan perlu kita sampaikan bahwa sekolah kita sudah menyiapakan model pembelajaran daring.
"Sehingga kita perlu mencatat nomor hp atau nomor Whatssapp orang tua atau walinya," ungkapnya.
Lanjut dia, ketiga yaitu menginformasihkan keuangan sekolah dan bantuan PIP untuk sejumlah siswa.
Keempat, mensosialisasikan Penerimaan Peserta Didik Baru kepada siswa baru dan orang tua, dan kita perlu menyiapkan formulir pendaftran untuk setiap wilayah.
Kelima meminta kepada siswa untuk mengisi survei tentang persiapan pembelajaran daring (dipilih secara acak).
Ia mengaku bersyukur semua guru yang sudah dibagikan dalam kelompok masing-masing sukses menjalankan tugas dengan menemui orang tua siswa dimasing-masing wilayah.
Orangtua Siswa Menangis
Sementara itu Guru SMA Negeri I Mauponggo, Prudensia O. Kana, menyampaikan kehadiran guru sangat dirindukan oleh sejumlah siswa dan juga orang tua siswa.
"Sampai-sampai ada orang tua yang menangis karena bapa ibu guru hadir dalam kesederhanaan keluarga mereka. Anak-anak juga begitu bersemangat. Mereka rupanya begitu merindukan kehadiran kita sebagai guru dan merindukan wejangan-wejangan kita," ujarnya.
Ia juga menyampaikan memang masih ada yang bandel dan takut ketika guru datang mengunjungi siswa dirumah.
Ia mengaku orang tua mendapatkan banyak masukan tentang anak mereka terlebih khusus yang bandel dan orang tua berjanji untuk mendampingi dan mengontrol anak mereka terutama dalam penggunaan Hand Phone (Hp) saat belajar.
Ia juga mengaku antusias lainnya dari orangtua yaitu akan mendukung anaknya dalam proses belajar daring dengan menyiapkan HP.
"Hal lain yang kami temukan adalah ada anak-anak luar biasa yang selama masa pandemi bekerja keras hanya untukk membeli HP demi proses belajar daring," ujarnya.
Berikan Teguran