Breaking News:

Salam Pos Kupang

Minimalisir Masalah PPDB

PEMERINTAH Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB)

Minimalisir Masalah PPDB
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PEMERINTAH Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (  PPDB) tingkat SMA/SMK tahun pelajaran 2020/2021 dimulai 22 Juni.

Pendaftaran secara online (daring) berlangsung hingga 24 Juni. Setelah online, dilaksanakan pendaftaran PPDB secara offline atau luar jaringan (luring).

PPDB online dan offline merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB tahun 2020 pada TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

Sudah 6 Pasien Covid-19 Di Ende Sembuh

Regulasi tersebut juga mengatur tentang jalur PPDB. Terdapat empat jalur PPDB, yakni zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua atau wali, dan jalur prestasi. Jalur zonasi ditetapkan berdasarkan domisili peserta didik dan sekolah.

Artinya, sekolah bakal diprioritaskan bagi siswa dengan domisili terdekat, dibuktikan lewat alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat satu tahun sejak pendaftaran PPDB. Penetapan wilayah zonasi dilakukan masing-masing pemerintah daerah.Tiap sekolah diharuskan menerima paling sedikit 50 persen dari daya tampung melalui jalur zonasi.

RSUD Atambua Siapkan 59 Tenaga Kesehatan Penanganan Covid-19

Jalur afirmasi diperuntukkan bagi siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu. Siswa yang mendaftar lewat jalur ini bisa memilih sekolah di dalam maupun luar wilayah zonasi domisili. Hal ini dibuktikan melalui keikutsertaan siswa dalam program keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat atau daerah. Tiap sekolah harus menerima paling sedikit 15 persen dari daya tampung.

Siswa yang mendaftar lewat jalur perpindahan tugas orang tua atau wali harus menyertakan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor atau perusahaan orang tua. Jalur ini juga bisa digunakan untuk anak guru. Tiap sekolah diberikan kuota 5 persen dari daya tampung.

Sedangkan jalur prestasi dapat ditempuh menggunakan nilai ujian sekolah atau ujian nasional, dan hasil perlombaan atau penghargaan di bidang akademik atau non akademik. Karena ujian nasional ditiadakan tahun ini, siswa bisa menggunakan nilai ujian sekolah atau akumulasi nilai rapor.

Hasil lomba dan penghargaan yang dapat digunakan pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional dan internasional. Bukti atas prestasi diterbitkan paling singkat enam bulan dan paling lama tiga tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB. Kuota jalur prestasi pada tiap sekolah dapat ditentukan pemerintah daerah dari sisa kuota jalur zonasi, afirmasi dan perpindahan.

Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 beserta aturan turunannya, termasuk petunjuk teknis mengatur secara jelas pelaksanaan PPDB. Pihak sekolah hendaknya patuh terhadap regulasi tersebut.

Dengan taat terhadap peraturan dapat mencegah terjadi persoalan. Pihak sekolah juga harus mempersiapkan segala sesuatu untuk kelancaran proses PPDB. Banyak calon siswa tidak bisa mengakses internet karena tidak punya handphone android.

Terhadap masalah ini, solusinya adalah sekolah menyediakan internet yang bisa diakses calon siswa untuk melakukan pendaftaran secara online.

Calon peserta didik baru juga harus mempersiapkan diri dan melengkapi semua persyaratan sehingga saat pendaftaran tidak terkendala. Orang tua hendaknya mendamping dan menuntun anaknya saat pendaftaran.

Mengingat saat ini pandemi Corona sehingga pihak sekolah, calon siswa dan orang tua wajib melaksanakan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan hand sanitizer dan memeriksa suhu tubuh. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved