Senin, 27 April 2026

Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Bandara El Tari Kupang Masuki Era New Normal

Memasuki hari pertama masa new normal, Bandara El-Tari Kupang terapkan protokol kesehatan Covid-19

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG. COM/ONCY REBON
Situasi di terminal keberangkatan Bandara Internasional El Tari Kupang, Senin, 15/06/2020 

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Memasuki hari pertama masa new normal, Bandara El Tari Kupang terapkan protokol kesehatan Covid-19.

Pantauan POS-KUPANG. COM, Senin, 15/06/2020, Nampak para calon penumpang pesawat penuhi tempat duduk yang disiapkan managemen Angkasa Pura untuk pemeriksaan dokumen dan persyaratan lengkap pelaku perjalanan. Penumpang lainnya terlihat berdiri sambil bincang-bincang. Para security terlihat siaga memantau pergerakan penumpang.

Pada terminal kedatangan, terlihat cukup banyak penumpang yang datang. Sesaat mereka berdiri menanti tumpangan sambil berbincang dengan penumpang lainnya, lalu pergi setelah kendaraan yang ditunggu mampir.

Ini Jenis Pelayanan Keimigrasian Atambua Saat New Normal

Rini salah seorang penumpang pesawat tujuan Bajawa, mengaku syarat yang diajukan untuk para penumpang yang bepergian di wilayah NTT, dipermudah.

"Khususnya penerbangan di wilayah NTT, harus pakai masker, download aplikasi e-HAC dan Aplikasi pelindung diri. "ujarya

Penumpang pesawat Trans Nusa tujuan Bajawa ini mengatakan, dirinya pernah menunda keberangkatan pada perjalanan sebelumnya karena pandemi Covid 19.

Peduli Covid-19 Terhadap Tenaga Medis, Partai Perindo Berikan Bantuan APD

Hal berbeda disampaikan Ven Rasingara, Calon penumpang tujuan bali. Ia mengaku keberatan dengan syarat-syarat bagi penumpang pesawat keluar daerah NTT.

"Kalau dengan begitu, kita yang sudah lama di Kupang, tidak kerja ini bagaimana ini ? Saya sudah beberapa bulan di Kupang tidak kerja karena Corona ini. Sekarang mau pergi, ambil uang begitu banyak dari mana, urus itu semua mau kembali ke sana ni. Setidaknya dengan sudah adanya pemberlakuan new normal pemerintah bisa mengerti dengan kondisi."keluhnya

Pria yang mengaku bekerja sebagai security di Bali tersebut mengaku diistirahatkan untuk sementara waktu karena pandemi Covid 19. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk pulang kampung karena tidak memiliki pemasukan tambahan di Bali.

Dia berharap persyaratan yang diajukan bagi para penumpang pesawat yang bepergian keluar daerah NTT di permudah.

Yusten Kaesmetan, calon penumpang tujuan Bali juga keluhkan hal yang sama. Dirinya merasa keberatan dengan persyaratan yang diajukan bagi para penumpang yang bepergian keluar wilayah NTT.

Menurutnya, untuk penerbangan di dalam wilayah NTT dipermudah karena tidak membutuhkan rapid test dan swab lagi. Namun syarat tersebut diajukan bagi para pelaku perjalanan keluar Provinsi NTT.

"Menurut beta (saya) tes swab ini sangat mahal dan ini seakan-akan menjadi lahan bisnis untuk pemerintah. Untuk Katong (kita) orang kecil jelas tidak mampu dengan anggaran sebesar itu." jelasnya

Dikatakan Yusten, test swab paling murah dilakukan di Laboratorium Provinsi dan dikenakan biaya Rp. 1.250.000. Jika ditempat lain seperti di rumah sakit dikenakan biaya Rp. 1. 900.000.

"Lebih mahal dari harga tiket ini. Bagaimana kalau kita mau tahu kesehatan tapi kita kasih keluar uang begini banyak?. Lebih baik kita pilih pindah ke hutan." pungkasnya kesal. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Oncy Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved