Gugus Tugas Covid-19 Sumba Timur Awasi Pelaku Perjalanan

GUGUS Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur mengawasi arus masuk keluar pelaku perjalana

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Ketua Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, Domu Warandoy 

POS-KUPANG.COM - GUGUS Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur mengawasi arus masuk keluar pelaku perjalanan di Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, Senin (15/6/2020).

Pada pukul 10.15 Wita, pesawat Nam Air mendarat dengan membawa dua penumpang. Tim Gugus Tugas yang berada di bandara langsung mengawasi kedua penumpang tersebut. Hadir saat itu Kepala Pelaksana BPBD Sumba Timur Mikail Jakalaki, Sekretaris BPBD Herry Ratucoreh, PosAL Waingapu, Brimob dan petugas kesehatan lainnya.

Tahapan Pilkada Resmi Dimulai

Di terminal kedatangan, ada juga petugas yang langsung mengecek kelengkapan atau syarat perjalanan yang dimiliki penumpang. Saat penumpang keluar dari terminal kedatangan, petugas mengarahkan agar penumpang meletakkan barang bawaan untuk disemprot disinfektan.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, Domu Warandoy mengatakan, meski sudah masuk tantanan normal baru atau New Normal, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur tetap melakukan pengawasan terhadap semua pelaku perjalanan.

Jamsostek Lindungi Relawan Covid-19

Menurut Domu, setiap pelaku perjalanan dari daerah terpapar khususnya dari luar Provinsi NTT sesuai dengan edaran Pemerintah Provinsi NTT, maka pelaku perjalanan itu wajib menunjukkan surat kesehatan dan keterangan pemeriksaan rapid test dan tes PCR.

"Jadi perjalanan antar daerah di NTT tidak pakai rapid test, karena kita di Sumba Timur terbatas rapid test. Kecuali penumpang yang datang dari luar NTT atau dari bagian barat maka wajib harus ada hasil rapid test atau PCR," kata Domu.

Menurutnya, apabila ada warga dari Sumba Timur yang keluar daerah yakni ke arah barat,maka akan diberi surat keterangan sehat dan yang bersangkutan tiba di daerah tujuan tentu akan mengikuti prosedur penanganan Covid-19 di sana.

"Jadi kalau sampai di daerah tujuan ada pemeriksaan rapid atau swab maka penumpang itu harus ikut," ujarnya.

Sementara itu calon penumpang pesawat mengeluhkan persyaratan penerbangan keluar wilayah NTT yang diberlakukan maskapai, di antaranya menyertakan hasil rapid dan Swab test saat membeli tiket.

"Aturan ini bukan mempermudah tetapi mempersulit. Karena, kami yang mau berangkat (menggunakan pesawat) harus ambil surat rapid test setelah itu harus ambil Swab lagi," kata Yusten Kaesmetan saat ditemui di Bandara El Tari Kupang, Senin (15/6).

Yusten merupakan calon penumpang tujuan Bali. Ia juga protes biaya rapid dan Swab test. "Harganya tidak murah. Rapid test Rp 250 ribu, lalu Swab harga Rp 1.250.000 sama dengan harga tiket," ujar Yusten.

Menurut Yusten, harga tersebut sulit dijangkau masyarakat kecil seperti dirinya. Ia berencana melakukan perjalanan ke Bali, Rabu (17/6). Namun, terhalang biaya persyaratan pemeriksaan rapid dan swab test sehingga membatalkan keberangkatannya.

Yusten berharap pemerintah membuat aturan yang bisa mempermudah para pelaku perjalanan. (yel/cr5)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved