Jamsostek Lindungi Relawan Covid-19
Badan Penyelenggara (BP) Jamsostek memberikan perlindungan terhadap relawan Covid-19 Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT
POS-KUPANG.COM | KUPANG -Badan Penyelenggara (BP) Jamsostek memberikan perlindungan terhadap relawan Covid-19 Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT, di antaranya jaminan kecelakaan kerja dan kematian.
Kepala BP Jamsostek NTT, Armada Kaban menyerahkan secara simbolis Kartu Jamsostek kepada Ketua PMI NTT Guido Fulbertus di markas PMI NTT, Senin (15/6). Armada didampingi Kabid Kepesertaan, Andry M Prasetyo dan Account Representative, Wanda Setiawan.
• Wisuda Daring SUPM Kupang, Pak Menteri, Kami Butuh Kapal
Armada menjelaskan salah satu manfaat kartu BP Jamsostek adalah program jaminan kecelakaan kerja dan kematian. "Artinya tidak lepas dari resiko, teman-teman, saudara-saudara yang membantu penanganan pandemi Covid saat ini. Jadi pada saat teman-teman bergerak ke lapangan disitu ada resiko kecelakaan, atau bisa terjangkit Corona," ujarnya.
Secara lembaga dan undang-undang, kata Armada, relawan harus diberi perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Tidak berharap pada suatu risiko, tetapi apabila meninggal dunia karena bertugas terjangkit Corona maka akan diberikan santunan minimal Rp Rp 48 juta kepada ahli waris.
• Askrida Kupang Peduli Pandemi Corona, Silvana Serahkan Masker-Face Shield
"Ini adalah aktifitas yang sangat luar biasa, yang dilakukan satgas Covid. Namun mereka tidak lepas dari resiko. BP Jamsostek negara hadir ke seluruh masyarakat, seluruh warga yang bekerja melalui program kecelakaan kerja dan kematian," kata Armada.
Santunan kecelakaan kerja bagi para relawan yang iurannya Rp 16.800 namun memberikan manfaat yang besar kepada pekerja bila mengalami kecelakaan di jam atau luar jam kerja.
Santunan yang diberikan tidak memandang apa pekerjaan para pekerja dan besaran upah yang diterima, tapi jika mengalami kecelakaan atau meninggal dunia besaran santunan yang diberikan sama sesuai peraturan.
Tujuannya untuk memastikan seluruh Satgas Covid-19 baik PMI, Tagana, BNPB dan Rumah Sakit yang ditunjuk Pemerintah Provinsi NTT semuanya terlindungi dalam situasi pandemi Covid-19 ini. "Secara parsial kami memulai dengan PMI, kemudian diikuti lembaga lainnya," ujarnya.
Ia mengucapkan terima kasih karena telah diberikan ruang untuk berdiskusi sekaligus bersosialisasi terkait program BP Jamsostek. Armada berharap kerja sama yang dulu pernah terjalin, bisa dibangun kembali.
Ketua PMI Provinsi NTT Guide Fulbertus merasa senang dengan kehadiran BP Jamsostek di Markas PMI NTT.
Menurutnya PMI secara nasional pernah mengcover para relawan dengan BPJS Ketenagakerjaan yang sekarang BO Jamsostek. Namun hanya berlaku satu tau dua tahun aja, kemudian tidak lagi.
"Sayang sekali, jadi ini harus dibangun kembali untuk melindungi para relawan. Hari ini kami bekerja sama dengan BPJamsostek untuk memberikan perlindungan kepada para relawan Covid-19. Kami bekerja untuk keluarga," ucap Guido.
"Relawan satgas covid 19 yang bertugas di PMI NTT semakin aman dalam melakukan tugasnya setiap hari dengan perlindungan dari BPJamsostek. Kepada BPJamsostek saya ucapkan terimakasih karena telah peduli kepada para relawan kami dengan memberikan perlindungan dan manfaat program BP Jamsostek," tambah Guido. (yen)