Di Sultra, Ular Piton 7 Meter Lilit Siswa SMP Hingga Tewas, Korban Kesulitan Bernafas, Lalu
Ternyata, setelah dicari asal suara tersebut, rekan-rekan korban melihat Alfian telah dililit ular piton.Rekan-rekan Alfian pun mencoba menolong deng
Jenazah Alfian kemudian diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan.
Sedangkan dua remaja yang sempat digigit ular menjalani rawat jalan di puskesmas.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Siswa SMP Tewas Diserang Ular Piton 7 Meter, Polisi: Leher Korban Dililit, Pahanya Digigit
Penyebab Ular Piton di Sulawesi Sering Memangsa Manusia
Selain Alfian, sebenarnya banyak kasus ular piton menyerang manusia dan memakannya.
Yang sempat membuat heboh di antaranya adalah kasus Wa Tiba yang hilang dan ditemukan di perut ular piton, 14 Juni 2018 silam.
Kejadian mengerikan ini bikin geger orang Sulawesi, termasuk netizen.
Rupanya, kejadian ini bukan hanya terjadi kali ini saja.
Dilansir Tribunjabar.id dari akun Instagra @panjipetualang_real, kabar seperti ini kerap terjadi di Sulawesi.
Piton raksasa yang ditaksir delapan meter ditangkap warga Kelurahan Puuwanggudu, Kecamatan Asera, Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) (Facebook Widia Agil Labuku via Bangkapos)
Menurut Panji, padahal ular jenis retic besar ini lebih banyak berada di Sumatera dan Kalimantan.
Lalu, mengapa kasus ular menelan manusia lebih sering terjadi di Sulawesi?
Sang Panji Petualang pun memaparkan hasil analisisnya.
Ada empat faktor yang menjadi penyebabnya.

Mulai dari karakter ular yang lebih agresif, kerusakan habitat, dan kekurangan makanan.
Panji Petualang nekat lilitkan ular ke lehernya sampai kesulitan bernapas. (Instagram/panjipetualang_real)
Berikut ini penjelasan Panji Petualang selengkapnya, yang ditulis di akun Instagram-nya.