Puan Maharani: Kalau Elektabilitas Prabowo Subianto Tinggi, Itu Biasa, Kan Biasa Ikut Pilpres

Diketahui, sejumlah lembaga survei menunjukkan Prabowo Subianto memiliki elektabilitas tertinggi terkait Pilpres 2024 mendatang.

Editor: Frans Krowin
KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan PDI-P nonaktif, Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2019). 

Dirinya menyebut, jika presiden berjalan, bayang-bayangnya tidak mau ikut.

"Karena dia menganggap, ngapain ngikut dia karena gak jelas mau ke mana. Bayangannya pun takut ngikutin dia," ujarnya.

"Jadi menjauh dari dia, apalagi saya," kata Rocky Gerung.

Rocky Gerung dan Hersubeno Arief kemudian tertawa bersama.

"Kalau misalnya, Rocky Gerung disuruh akting jadi presiden daam situasi seperti ini, apa langkah-langkah yang akan Anda lakukan," tanya Hersubeno Arief.

"Pertama saya akan undang semua pemimpin redaksi untuk mengucapkan secara berani tanpa edit tentang keadaan masyarakat. Karena cuman pemimpin redaksi yang tahu, wartawan yang tahu," ujarnya.

"Mereka yang dapat informasi pertama dari bupati dari camat. Tetapi informasi mereka tidak sampai di istana," katanya.

"Begitu sampe ya informasi kalian bertentangan dengan keadaan APBN. Jadi kami tidak pakai informasi kalian. Jadi kembalikan pada realitas, supaya jangan ada dusta di antara kabinet," ujarnya.

Rocky Gerung menjelaskan setiap menteri saat ini sedang mengintai supaya cepat-cepat APBN itu dikembalikan kepada departemen.

"Misalnya kemaren Erick Thohir bilang bahwa kami pastikan bahwa di 2022 rel kereta api Jakarta  Bandung selesai. Kan yang datang kontraktor-kontraktor. Minta proyek lagi. Kan gampang bacanya," tegas Rocky Gerung.

* Rocky Gerung: New Normal Artinya Dinormal-normalkan Sesuatu yang Sebetulnya Belum Normal

Pengamat Politik Rocky Gerung turut memberikan komentarnya terkait fase new normal atau tatanan normal baru di tengah pandemi Covid-19.

Rocky mengatakan, sebenarnya Indonesia bisa siap setiap saat untuk menerapkan new normal.

Namun, lanjut dia, dengan asumsi bahwa puncak pandemi Covid-19 di Indonesia sudah dilalui.

Hal itu disampaikan Rocky dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin (1/6/2020).

"Semua tergantung kita sudah klimaks atau belum, supaya bisa masuk pada new normal."

Pengamat Politik Rocky Gerung dalam channel YouTube Resonansi TV, Jumat (10/1/2020). (YouTube Resonansi TV)
"Nah, sekarang pemerintah belum punya data tentang klimaks-nya, tiba-tiba bikin new normal," terang Rocky.

Rocky juga menyinggung soal konsultasi yang dilakukan pemerintah dengan epidemiologi dan virologi.

Menurut dia, dalam hal ini, tidak ada keterbukaan dari pemerintah terkait bagaimana analisis epidemiologi dan virologi.

"Lalu juru bicara istana segala macam mengatakan, 'kami sudah konsultasi dengan epidemiologi dengan virologi'."

"Kalau saya tanya misalnya siapa namanya epidemiologi itu? juru bicaranya akan bilang 'ya itu urusan kami dengan dunia profesi dengan dunia akademisi'."

"Lho ini adalah pandemi, semua orang akan tahu epidemiologi disewa atau sekadar epidemiologi yang menjalankan survei bahkan survei-nya kualitatif," jelas Rocky.

Rocky mengatakan, publik harus mengetahui siapa epidemiologi yang diajak berdiskusi dengan pemerintah terkait Covid-19.

Sebab, menurut dia, beberapa epidemiologi lain mengatakan bahwa, saat ini Indonesia masih mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan.

"Jadi didalam kekacauan itu orang akan menganggap new normal artinya dinormal-normalkan sesuatu yang sebetulnya belum normal, jadi tidak secara natural new normal itu" ungkap Rocky.

"Jadi cuma pindah-pindah narasi padahal faktanya tetap sama yaitu corona masih merajalela," imbuhnya.

Rocky beranggapan, istilah new normal ini sengaja dibuat karena saat ini di dunia tengah berupaya menerapkan new normal.

"Sehingga Indonesia merasa akan ketinggalan kalau nggak ikut new normal," kata Rocky.

Padahal, lanjut dia, dunia masuk pada new normal setelah mereka mengalami puncak kasus Covid-19.

Selain itu juga kurva kasus Covid-19 sudah mulai menunjukkan perbaikan, maka beberapa negara di dunia mulai menerapkan new normal.

Menurut dia, hal itu berbeda dengan Indonesia, yang tidak ada keterangan pasti dari epidemiologi terkait kasus Covid-19.

Bahkan, jika dilihat dari penambahan kasusnya, peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi.

Diberitakan sebelumnya, new normal digaungkan di tengah pandemi virus corona yang kian meluas dan menginfeksi jutaan orang di dunia, termasuk Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk dapat hidup berdamai dengan Covid-19.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita, mengatakan new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal.

Namun, perubahan ini ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

Yakni mengedepankan pola hidup bersih serta sehat seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Menjaga jarak fisik pada saat kontak dengan orang lain atau penerapan physical distancing.

Serta membiasakan menggunakan masker pada saat ke luar rumah.

* Rocky Gerung Sindir Konser BPIP Hanya Tunjukkan Pemerintah Masih Bisa Bekerja, Bansos Malah Tak Terurus

Pengamat Rocky Gerung menilai di Indonesia seolah-olah COvid-19 ini akan hilang dengan sendirinya dengan Merah Putih.

"Kan ajaib tuh bikin konser, apa yang kemarin tuh. Konser yang dibikin BPIP tuh. Jadi seolah-olah dengan mengucapkan 5 sila Pancasila itu Covid ini akan pergi," tegas Rocky Gerung.

Menurut dia hal ini menunjukkan sudah tidak ada jalan pikiran lagi.

"Selain memamerkan bahwa pemerintah masih bekerja. Ya kalo kerja itu diam-diam aja, gak usah konser dan segala macam," ujarnya.

"Buat apa lakukan itu, sementara bansos aja gak bisa diurus. Uangnya banyak. Ya uang banyak itu adalah untuk membangun narasi pemerintah belum menyerah," imbuhnya. (Tribunnews.com/Nanda Lusiana)

Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rocky Gerung: New Normal Artinya Dinormal-normalkan Sesuatu yang Sebetulnya Belum Normal, https://www.tribunnews.com/nasional/2020/06/04/rocky-gerung-new-normal-artinya-dinormal-normalkan-sesuatu-yang-sebetulnya-belum-normal?page=all

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Kata Puan soal 'Melempemnya' Kader PDI-P di Survei Elektabilitas", https://nasional.kompas.com/read/2020/02/24/15142971/ini-kata -puan-soal-melempemnya-kader-pdi-p-di-survei-elektabilitas?pa ge=all#page2

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved