Breaking News:

Salam Pos Kupang

Penerimaan Murid Baru

ERA new normal mulai berlangsung. Meski begitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI masih menetapkan proses belajar mengajar di rumah

Penerimaan Murid Baru
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - ERA new normal mulai berlangsung. Meski begitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI masih menetapkan proses belajar mengajar di rumah. Bagaimana dengan penerimaan murid/siswa baru?

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, Kemendikbud mendorong agar Penerimaan Perserta Didik Baru ( PPDB) 2020 dilakukan secara online. Meski begitu yang tidak bisa secara daring, maka dengan kehadiran atau luring.

Pilkada 2020, Cegah Covid-19 Ada Penambahan 94 TPS di Manggarai

Untuk wilayah NTT, penerimaan siswa baru ini dilakukan dengan dua metode, yakni during (online) dan luring (kehadiran). Untuk online dalam dua gelombang. Gelombang pertama 15-22 Juni 2020, dan gelombang kedua 23-27 Juni 2020. Sementara PPDB luring tanggal 29 Juni 2020 hingga 10 Juli 2020.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Drs Benyamin Lola MPd PPDB daring dilakukan di 73 SMA/SMK. Sedang selebihnya dilakukan secara luring.

TNI-Polri di TTU Bagikan Sembako kepada Warga Terdampak Covid-19

PPDB tahun 2020 ini pun tetap memberlakukan zonasi. Hanya saja saat ini minimal 50 persen. Selebihnya 30 persen jalur prestasi (25 persen prestasi akademik dan 5 persen non-akademik). Sedang 15 persen untuk afirmasi dan 5 persen untuk perpindahan tugas orangtua.

Bagaimana dengan PPDB sistem luring? Kemendikbud mewajibkan sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan. Peserta yang mendaftar mengikuti protokol kesehatan salah satunya para calon peserta didik wajib menggunakan masker, disediakan cuci tangan, dan jaga jarak.

Namun berkaca dari tahun lalu, keramaian terjadi tak hanya pada saat pendaftaran saja. Tetapi juga pada pengumuman penerimaan siswa. Untuk itu, setiap sekolah diharapkan melakukan antisipasi dini akan hal ini dengan tetap berpegang pada protokol kesehatan.

Tak hanya itu, sekolah juga diharapkan untuk mengantisipasi terjadinya kegaduhan yang bisa menimbulkan kerumunan massa.

Seperti yang diingatkan Ketua Komisi V DPRD NTT Yunus Takandewa. "Komisi V berharap, PPDB tahun 2020/2021 ini dapat dipersiapkan secara matang, agar tidak menimbulkan kegaduhan dan menghindari kepanikan baik siswa maupun orang tua," katanya.

PPDB ini juga harus mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 seperti yang tertuang dalam

SE Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Virus Corona jenis baru ( Covid-19).

Ketentuan tersebut di antaranya dinas pendidikan dan sekolah diminta menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orangtua secara fisik di sekolah.

Bagi yang menggunakan sistem during (online) tak banyak menjadi persoalan di masa pandemi ini. Namun, yang menggunakan sistem luring, ini yang perlu diperhatikan pihak sekolah secara matang, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan, menghindari kepanikan sistem penerapannya, serta dapat dijalankan secara profesional agar siswa dapat mengikutinya secara baik. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved