Gaji Guru Honorer di Ngada Dicairkan Setiap Bulan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo, mengatakan pihaknya telah mencairkan dana atau gaji bagi guru hon
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo, mengatakan pihaknya telah mencairkan dana atau gaji bagi guru honorer.
Gaji yang bersumber dari Dana Bos APBD Kabupaten Ngada (Bosdik) itu dicairkan setiap bulan kepada guru honorer dan sampai saat ini tidak ada kendala.
Guru honorer PAUD, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) per orang mendapatkan gaji sebesar satu juta rupiah.
"Dana Bosdik dari APBD 2 sebesar satu juta rupiah perbulan. Jumlah guru yang dibiayai berjumlah 833 guru dari jenjang PAUD sampai SD dan SMP dibayar perbulan," ujar Kadis Vinsen kepada POS-KUPANG.COM Selasa (9/6/2020).
Kadis Vinsen mengatakan jumlah guru honorer PAUD, SD dan SMP di Ngada yang dibiayai oleh dana Bos yaitu 833 orang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Ngada.
Kadis Vinsen menjelaskan gaji harus dicairkan setiap bulan dan memang sampai saat ini tidak ada kendala.
"Gaji untuk 833 orang guru honorer sudah dicairkan setiap bulan. Baik itu guru honorer PAUD, SD maupun SMP se Kabupaten Ngada," jelasnya.
Ia mengatakan kendala gaji guru honor itu ada beberapa sumber yakni dari Bosdik atau APBD Kabupaten, Komite, Bos pusat dan dana Desa.
Karena itu sangat tergantung dari kesiapan sumber masing- masing. Kalau dana Bosdik kendalanya biasa pada permulaan tahun anggaran, itu bisa sampai dua bulan dan paling cepat bulan Februari baru bisa bayar," jelasnya.
Ia melanjutkan, sedangkan yang dari sumber-sumber lain itu sangat heterogen kendalanya, terutama yang berkaitan dengan kesiapan uang yang ada pada lembaga sekolah masing masing.
Masuk Kerja Seperti Biasa
Kadis Vinsen juga mengatakan kalau sebelum new normal (masa WFH) itu kantor tetap buka Kepala Dinas, Sekertaris, kabid dan kepala seksi masuk kantor seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
"Staf pelaksana yang diatur untuk piket setiap hari dari masing masing bidang. Sedangkan untuk gedung kantor setiap minggu disemprot disinfektan," jelasnya.
Ia menyebutkan mulai Senin (8/6/2020 kemarin sudah masuk kantor seperti biasa untuk semua ASN, tenaga honorer dilingkungan Dinas Pendidikan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
"Jumlah kami semua di Dinas Pendidikan ada 51 orang ASN dan 4 orang honor lepas," sebutnya.
Area lampiran