Perlancar Perdagangan Antardaerah Pemulihan Ekonomi NTT

Wabah Corona ( Covid-19) melumpuhkan ekonomi nasional dan daerah. Saat ini pertumbuhan ekonomi NTT hanya 2 persen

Editor: Kanis Jehola
PK/IRA
Doktor James Adam 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Wabah Corona ( Covid-19) melumpuhkan ekonomi nasional dan daerah. Saat ini pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur ( NTT) hanya 2 persen. Dalam rangka pemulihan ekonomi, pemerintah harus memperlancar perdagangan antardaerah. Upaya ini didukung dengan regulasi yang sederhana.

Pengusaha Freddy Ongko Saputra mengatakan, ekonomi sangat bergantung dengan transportasi. Kalau pembatasan transportasi segera diatasi maka pelan-pelan ekonomi bertumbuh.

"Karena perpindahan barang dari satu tempat ke tempat lainnya merupakan transaksi ekonomi," tandas Freddy dalam Diskusi Virtual bertajuk Ekonomi NTT Di Masa dan Pasca Covid-19, Sabtu (6/6/2020).

Warga Lingkungan Koroworo Ende Terima Sembako dari Partai PKPI

Kegiatan ini diselenggarakan Ultr4s Victory bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT, Bank NTT dan Hotel Aston Kupang. Diskusi virtual menggunakan Zoom Video Conferencing. Selain Freddy Ongko Saputra, narasumber lainnya adalah Dr James Adam, MBA (Pengamat Ekonomi), Dr Fritz Fanggidae (Pengamat Ekonomi) dan Dr Tony Basuki (Peneliti Pertanian).

Menurut Freddy, sektor pariwisata mengalami gangguan. Hotel dan tempat wisata ditutup, tidak ada orang yang datang ke tempat tersebut.

Ia mengatakan, harapan besar pada sektor perikanan. Penjualan hasil perikanan ke Surabaya, Jakarta, dan luar negeri bisa diterima di pasar.

Di Gereja Katedral Baru Ruteng, Satu Bangku Hanya untuk Tiga Umat

"Di luar negeri perikanan masih unggul yang diterima di pasar. Banyak daerah terjadi kekacauan, dikhawatirkan ekspor tuna akan alami guncangan."

"Kalau untuk UMKM, kita bersyukur (pesawat) Garuda sudah berjalan. Transportasi oleh-oleh juga sudah jalan. Saya dengar orang-orang juga sudah boleh makan di warung," ujarnya.

Freddy menegaskan, perdagangan antardaerah harus segera clear (diselesaikan).
Ia berharap Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat membuat regulasi yang lebih sederhana untuk mengatur pelintasan antardaerah.

"Mudah-mudahan Pak Gubernur bisa mengeluarkan surat agar perbatasan antardaerah lebih simpel, seperti tidak ada rapid test. Karena UMKM masih tidak mempunyai distributor atau perwakilan sehingga aturan-aturan protokoler rapid test akan mengganggu," katanya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah selaku regulator bisa mengatur semuanya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Bila regulator tidak mendukung, tentu mendapatkan hambatan di perbatasan.

"Kita menunggu regulator karena pengusaha pasti taat pada peraturan. Tentukan regulasi simpel sehingga ekonomi bisa tumbuh kembali, perikanan, pertanian dan peternakan harus fokus, karena NTT tidak ada industri yang besar," kata Freddy.

Pengangguran Meningkat

Pengamat Ekonomi Dr Fritz Fanggidae menyoroti sisi pengeluaran yang mendukung pertumbuhan ekonomi NTT. Menurutnya, pada triwulan I 2020 mengalami penurunan yang sangat tajam.

Investasi pemerintah dan swasta juga mengalami penurunan. Ekspor dam impor, netto impornya lebih banyak. Begitu juga dengan NTP yang mengalami penurunan yang sangat tajam. Indeks harga yang harus dibayar oleh petani lebih tinggi dibanding harus diterima petani. "Jadi dalam posisi minus," sebutnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved