Pandemi Corona Tak Pengaruhi Jumlah Kehamilan di Kecamatan Noebeba Kabupaten TTS

Pandemi Virus Corona yang menyebabkan masyarakat dihimbau untuk berada di rumah ternyata tak mempengaruhi jumlah kehamilan

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Heni Alunat, warga Desa Lilo yang tengah hamil 6 bulan 

POS-KUPANG.COM | SOE - Pandemi Virus Corona yang menyebabkan masyarakat dihimbau untuk berada di rumah ternyata tak mempengaruhi jumlah kehamilan di wilayah kecamatan Noebeba, Kabupaten TTS.

Kepala Puskesmas Noebeba, Niczon Atopah mengatakan, jumlah kehamilan dari Januari hingga bulan Juni 2020 tak berbeda jauh dengan jumlah kehamilan diperiode Januari hingga Juni 2019 lalu.

129 KK Di Desa Manusak Terima BLT Langsung Dari PLT Camat Kupang Timur

" Tidak ada pengaruh kakak. Walaupun orang lebih banyak beraktivitas di rumah selama masa Pandemi Corona, tetapi jumlah kehamilan di periode Januari hingga Juni 2020 tak berbeda dengan tahun 2019," ungkap Niczon kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (4/6/2020) malam.

Untuk bulan Januari dikatakan Nicron Jumlah ibu hamil baru tercatat sebanyak 23 orang, Februari 28 ibu hamil baru, Maret 24 ibu hamil baru, April 9 ibu hamil baru dan Mei 23 ibu hamil baru. Jumlah tersebut tak jauh berbeda dengan periode yang sama di tahun 2019.

New Normal, Gramedia Maumere Sambut dengan Promo TAB

Untuk pelayanan selama masa Pandemi diakuinya, pihaknya menerapkan SOP sesuai dengan aturan pemerintah. Para tenaga medis dilengkapi dengan APD saat melakukan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil. Masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas juga diwajibkan menggunakan masker dan mencucinya tangan.

Selain itu, bidan Puskesmas maupun bidan desa diatur jadwal untuk melakukan kunjungan rumah. Ibu hamil pun tetap secara rutin datang ke Puskesmas guna pemeriksaan ANC.

" Karena ada Pendemi Virus Corona maka kita menerapkan SOP khusus selama masa Pandemi ini. Hal ini untuk mencegah penularan virus Corona. Masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas juga kita wajibkan untuk menggunakan masker dan mencuci tangan," pungkasnya.

Terpisah, Heni Alunat, warga Desa Lilo, Kecamatan Amanatun Utara mengaku, tak Khawatir Meski hamil ditengah masa Pandemi Virus Corona. Wanita yang tengah hamil 6 bulan ini mengatakan, dirinya secara rutin diperiksa kesehatan kandungnya oleh bidan Puskesmas Ayotupas yang datang ke rumahnya.

Karena adanya Pandemi Virus Corona, dari pihak Puskesmas menghimbau agar ibu hamil tidak sering-sering ke Puskesmas. Ibu hamil bisa ke Puskesmas jika ada pengeluhan terkait kandungan. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus Corona.

" Bidan Puskesmas secara rutin, sebulan sekali datang ke rumah guna memberikan pelayanan kesehatan. Hal ini sesuai dengan jadwal kunjungan yang tertera di buku KIA. Jika memang ada pengeluhan terkait kondisi janin dalam kandungan barulah kita diperbolehkan pergi ke Puskesmas. Sejauh ini kandungan saya sehat," ungkap Heni yang ditemui di seputaran Kota Soe, Kamis (4/6/2020) sore. (Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved