Gereja Dibuka di Tengah Pandemi Covid-19? Mgr. Vincentius Sensi Potokota : Kami Masih Kaji

Uskup Keuskupan Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota menegaskan pihaknya masih melakukan kajian terhadap pelayanan di gereja

Gereja Dibuka di Tengah Pandemi Covid-19? Mgr. Vincentius Sensi Potokota : Kami Masih Kaji
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota

POS-KUPANG.COM | ENDE - Uskup Keuskupan Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota menegaskan pihaknya masih melakukan kajian dan penilaian mengenai kondisi riil umat di paroki-paroki untuk selanjutnya memutuskan apakah pelayanan di gereja dibuka di tengah pandemi Covid-19 dan bagaimana protokol kesehatan dijalankan.

Hal itu disampaikan oleh Mgr. Vincentius Sensi Potokota saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, via whatsapp, Rabu (3/6/2020) petang.

Beri Bantuan Sembako Untuk Warga Ende Terdampak Covid-19, Ini Pesan Julie Laiskodat

"Sebagai pimpinan Gereja Lokal Keuskupan Agung Ende yang mencakup umat di Kabupaten Ngada, Nagekeo dan Ende, saya dan para fungsionaris pastoral umat masih sedang menilai kondisi riil umat di paroki-paroki," ungkapnya.

Mgr. Vincentius katakan mereka tengah mempersiapkan segala hal yang urgen terkait protokol resmi pencegahan penyebaran Covid-19, untuk nanti diterapkan pada saatnya ibadah-ibadah dan kegiatan sosio-pastoral berjemaah umat katolik kembali dilakukan.

Pandangan Umum Fraksi Gerindra, Singgung 5 Ribu PMI Yang Dipulangkan Sebagai Aset

Dia menjelaskan, persiapan dimaksud yakni menyangkut edukasi. "Sadar bahaya, paham protokol, kerja sama partisipatif dalam pelaksanaan, dan lain-lain," ungkapnya.

Selain edukasi, kata Mgr. Vincentius, juga menyangkut kebutuhan atau pengadaan sarana-sarana pengaman, misalnya, penataan lokasi beribadah/ktivitas pastoral lainnya, Alat Pelindung Diri (APD) untuk para imam, pelayan, petugas ibadah, dan lain-lain. Hal-hal terakhir ini harus ada kepastian dukungan dana dari pemerintah, selain swadana umat," ungkapnya.

Dia menegaskan, perlu kerja sama dan komunikasi yang jujur dan urgen antara pimpinan agama-agama dengan pemerintah sebagai pemegang payung wajib protokol pencegahan penyebaran virus Covid-19.

"Dengan posisi mayoritas katolik rakyat di ketiga kabupaten yang tercakup dalam wilayah Keuskupan Agung Ende, saya mau katakan bahwa keberhasilan penataan dan penerapan tatanan perilaku "new normal" dalam peribadatan katolik amat menentukan keberhasilan upaya pencegahan penyebaran Covid-19," ungkapnya.

Menurut Mgr. Vincentius adalah suatu keberanian berisiko tinggi kalau nanti harus dibuka kembali aktivitas peribadatan dan sosio-pastoral umat gereja katolik. Padahal, lanjutnya, semua pihak sadar keberanian tersebut ditempuh di tengah kenyataan eskalasi kasus Covid-19 belakangan ini, khususnya di Ende dan Nagekeo.

"Namun kalau proses edukasi serba darurat kita ini dapat berjalan maksimal, dan semua stakeholders ikhlas jujur komitmennya, maka tidak ada yang mustahil. Apalagi kalau sebagai umat beriman kita semua yakin kuat bahwa jurus iman, melalui pelaksanaan kembali aktivitas peribadatan ala "new normal" adalah kekuatan senjata kita di samping senjata-senjata insani lainnya, tidak ada pula yang mustahil," ungkapnya.

Mgr. Vincentius menegaskan, Gereja Katolik Keuskupan Agung Ende siap dan pasti berkomitmen untuk berpartisipasi memberi sumbangsih apa saja untuk suksesnya upaya global, nasiona, regional, daerah untuk kemanusiaan terkait wabah Covid-19 termasuk menerapkan berbagai kebijakan pemerintah yang kami percaya berpijak pada analisis dan pertimbangan yang matang dari segala aspek. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved