News
Persiapkan Tahapan Pilkada Sumba Timur, KPU Aktifkan Lagi 110 PPK, Landi: Kita Juga Aktifkan PPS
Sebanyak 110 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) segera diaktifkan kembali oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Benny Dasman
Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Oby Lewanmeru
POS KUPANG, COM, WAINGAPU - Sebanyak 110 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) segera diaktifkan kembali oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
Pengaktifan ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan jika tahapan pilkada dilanjutkan lagi.
Hal ini disampaikan Ketua KPU Sumtim, Oktavianus Landi, saat ditemui di kantornya, Sabtu (30/5).
Menurut Oktavianus, jumlah PPK di setiap kecamatan sebanyak lima orang sehingga dari 22 kecamatan yang ada di Sumtim terdapat 110 anggota PPK.
"Kita segera aktifkan PPK dalam rangka menghadapi kondisi normal baru. Ada 110 PPK yang akan kita aktifkan kembali," ujar Oktavianus.
Dijelaskannya, selain anggota PPK, KPU Sumtim juga akan mengaktifkan panitia pemungutan suara (PPS) agar panitia ad hoc bisa bekerja.
"Apabila tahapan pilkada kembali normal yang akan dimulai lagi tanggal 15 Juni 2020, maka KPU Sumtim siap untuk melanjutkan tahapan. Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengaktifkan kembali panitia ad hoc," katanya.
Oktavianus mengakui panitia ad hoc telah dibentuk beberapa waktu lalu, namun adanya pandemi Covid-19 ini, tahapan pilkada juga mengalami penundaan sehingga KPU sempat menonaktifkan panitia ad hoc.
"Dalam proses mengaktifkan, kami verifikasi lagi, apakah panitia ad hoc itu masih memenuhi syarat atau tidak lagi. Contohnya, apakah yang bersangkutan masih bersedia atau tidak lagi, atau mungkin sudah pindah domisili dan sebagainya," jelas Oktavianus.
Dikatakannya, sebelum pengaktifan, Oktavianus berkoordinasi dengan semua jajaran atau jaringan di bawah agar mempersiapkan personel untuk mulai bekerja.
"Kami juga selain proses pengaktifan panitia ad hoc, juga mempersiapkan perekrutan petugas pemutahiran data pemilih. Tentu semua proses akan berbeda dengan kondisi sebelumnya. Kita akan lakukan semua kegiatan dengan memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya.
Dia mengakui, akan melakukan sosialisasi tentang tahapan pilkada dan juga mekanisme, yang mana dominan akan dilakukan secara online atau dalam jaringan (daring).
"Kita persiapkan semua sejak awal, termasuk pelaksanaan tahapan secara online melalui media sosial. Kita akan sosialisasi ini kepada partai politik dan juga peserta pilkada," ujar Oktavianus. *