BANK INDONESIA PEDULI UMKM

Kiat Pelaku Usaha Bertahan Saat Pandemi

PANDEMI Corona ( Covid-19) sangat berdampak pada perekonomian, khususnya sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM)

POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Kelas Online Gratis dengan tema Strategi Bisnis Menghadapi Pandemi Covid-19 melalui aplikasi Zoom, Kamis (28/5/2020) yang diselenggarakan oleh KPw BI Provinsi NTT. Kelas perdana diikuti oleh 52 UMKM di seluruh NTT. 

POS-KUPANG.COM - PANDEMI Corona ( Covid-19) sangat berdampak pada perekonomian, khususnya sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM). Terjadi penurunan penjualan hingga 50 persen. Sesuatu yang signifikan.

Sejalan dengan upaya pemulihan perekonomian nasional, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTT memberi perhatian kepada UMKM yang terdampak Corona.

Salah satu wujud perhatian adalah menyelenggarakan Kelas Online Gratis bertajuk Strategi Bisnis Menghadapi Pandemi Covid-19, Kamis (28/5). Pertemuan berlangsung secara virtual, menggunakan aplikasi Zoom. Kelas perdana tersebut diikuti 52 UMKM yang tersebar di NTT. Kegiatan dimoderator Pemimpin Redaksi Pos Kupang Hasyim Ashari.

Anggota DPRD Ngada Minta Pengunaan Dana Covid-19 Harus Transparan

Kepala Tim SP, PUR, MI KPw BI Provinsi NTT Eddy Junaedi membuka acara dengan menjelaskan bahwa langkah-langkah survival telah dilakukan BI NTT baik terhadap UMKM binaan BI atau UMKM lainnya.

Langkah monitoring dan coaching telah dilakukan untuk secara online agar UMKM dapat bertahan dalam kondisi sulit ini. Oleh karena itu, kelas pertama ini merupakan realisasi komitmen BI NTT untuk semakin meningkatkan ketahanan UMKM secara umum dengan lingkup yang lebih luas.

Rumah Ibadah akan Dibuka Bertahap Presiden Jokowi Rindu Beribadah

"Kami berharap agar rekan-rekan UMKM dapat mengikuti dengan baik dari awal hingga seri ke lima. Narasumber yang diundang sangat kompeten di bidangnya sehingga materi yang diberikan dapat diaplikasikan di kemudian hari untuk menghadapi situasi pandemi ini," ujar Eddy.

Secara umum, situasi ekonomi di NTT melemah, termasuk bidang perdagangan. Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi NTT Paul Liyanto menilai, daya beli masyarakat menurun. Banyak UMKM di bidang industri kreatif berhenti berproduksi.

Apalagi, sektor jasa di bidang transportasi dan akomodasi cukup mendapatkan dampak buruk pandemi karena penerbangan yang dibatasi. Namun, dalam situasi tersebut, Paul meminta pelaku UMKM berani berubah dengan situasi. Para pelaku UMKM harus melihat peluang di beberapa sektor usaha.

Menurut Pauli, sektor pangan dapat menjadi primadona apabila krisis pandemi terus berlanjut. Pengembangan sektor pangan dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi pangan seperti hidroponik dan irigasi tetes.

Sektor perikanan darat, peternakan, pertanian, dan perkebunan juga dapat dikembangkan. "Kita tidak perlu takut dan panik. Ambil hikmah dan mau bergerak. Jangan pasrah dan menyerah," tegas Paul.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved