Letda Pnb Ajeng, Perempuan Pertama Calon Penerbang Tempur : Saya Sadar Ini Profesi Berbahaya
INDONESIA akhirnya memiliki calon penerbang pesawat tempur atau perempuan fighter pertama dari TNI Angkatan Udara (AU)
Ketika kami dinyatakan lulus dari sekolah penerbang tersebut kami sudah dianggap mampu dan memenuhi syarat dari segi akademis, skill terbang, dan segi jasmani, untuk bisa menjadi penerbang di TNI AU. Jadi untuk bisa menjadi fighter pilot masih banyak tahapan yang harus saya jalani dan saya akan menjalani tahapan tersebut di Lanud Iswahyudi.
Bagaimana tanggapan keluarga dan orang-orang terdekat Anda?
Ibu saya mengalami dilema. Menurut saya wajar saja seorang ibu merasakan seperti itu. Tetapi saya mampu meyakinkan ibu bahwa saya sudah menjadi tentara artinya saya sudah menjadi abdi negara, apapun yang terjadi pada diri saya dan di manapun saya ditempatkan saya harus siap.
Tentara itu harus profesional, dan saya mencoba untuk profesional di mana pun saya ditempatkan. Sedang ayah saya, karena basic beliau tentara, sehingga lebih iklhas dan mengerti. Lingkungan saya, tentu sangat mendukung dan sangat mengapresiasi apa yang sudah saya capai. *
BIODATA
Nama lengkap : Ajeng Tresna Dwi Wijayanti
Nama panggilan : Ajeng
Kelahiran : Jakarta, 25 Sept 1995
Alamat rumah : Jl PGT 4 no 14 Dwikora Halim Perdana Kusuma, Jakarta
Hobi : Membaca, menyanyi, mendengar musik
Tinggi badan : 172cm
Berat badan : 65 kg
Akun instagram : @ajengtres
Pendidikan
-SD Angkasa V Halim, Jakarta
-SMP Negeri 80 Halim, Jakarta
-SMA Negeri 51 Condet, Jakarta
-Akademi Angakatan Udara 2018
-Sekolah Penerbang TNI AU A-97
Keluarga
Ayah : Prayitno (TNI AU)
Ibu : Wiwi Sundari
Anak ke-2 dari 3 bersaudara