Covid 19
Covid-19: Memasak Juga Baik untuk Kesehatan Mental
Pandemi Covid-19: Memasak atau membuat kue bisa menjadi salah satu kegiatan untuk mengisi waktu di tengah pandemi.
Mengapa memasak bisa mendatangkan kesehatan mental?
Banyak riset membuktikan manfaat meditasi dan mindfulness dalam meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stres.
• Kapolres Nagekeo Serahkan Bantuan Bhayangkari Pusat untuk RSD Aeramo
• Bangun Pertanian Lahan Kering
• Lurah Oeba Maksimalkan Efektivitas Kerja RT, RT Jadi Relawan Satgas Covid-19
Nah, memasak atau membuat kue merupakan bagian dari mindfulness yang bisa mendatangkan manfaat tersebut.
"Mindfulness membutuhkan perhatian penuh.
Ketika menentukan takaran komposisi dalam masakan, kita memerlukan fokus pikiran.
Tindakan inilah yang berdampak baik pada stres," ucap Pincus.
Hal inilah yang membuat memasak juga dipercaya memiliki manfaat yang sama dengan trapi seni.
Selain itu, fokus pikiran yang terjadi saat memasak membuat kita tidak lagi memikirkan hal-hal lain yang menyebabkan kecemasan.
"Memasak bisa meningkatkan harga diri, perkembangan otak, dan membuat orang merasa lebih terhubung," Tambah Ohana.
• Pemerintah Desa Alas Salurkan Dana BLT Senilai Rp 198 Juta Buat 110 KK
• Hipmi Nagekeo Serahkan Bantuan untuk Tenaga Medis
• Pemain Wajah Rupawan, Penyerang Persita Santai Tanggapi Fans Kaum Hawa
Manfaat tersebut mengandung unsur terapeutik yang sangat berguna bagi mereka yang memiliki gejala depresi, kecemasan, dan stres.
Picus juga mengatakan, memasak membuat orang mengekspresikan diri secara kreatif.
Mereka yang bisa mengekspresikan diri secara kreatif biasanya memiliki kesejahteraan mental yang lebih baik karena hal tersebut membantu menyalurkan stres.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/memasak-juga-baik-untuk-kesehatan-mental.jpg)