Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Fatuketi-Belu Sebesar Rp 388 Juta

-Pemerintah Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu sudah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana D

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Fatuketi-Belu Sebesar Rp 388 Juta
istimewa
ilustrasi BLT Dana Desa

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA-----Pemerintah Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu sudah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Selain BLT Dana Desa, bantuan lain yang sudah disalurkan pemerintah yakni, Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Perluasan Sembako.

Jumlah BLT Dana Desa di Fatuketi sebesar Rp 388 juta untuk dibagikan kepada 216 kepala keluarga (KK) selama jangka waktu tiga bulan.

Demikian disampaikan Kepala Desa Fatuketi, Markus Y. Taus kepada Pos Kupang.Com saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2020).

Menurut Markus, jumlah keluarga penerima bantuan penanggulangan covid-19 di Desa Fatuketi sekitar 370-orang, rincian penerima BLT Dana Desa sebanyak 216 KK, Bantuan Sosial Tunai gelombang I 55 KK, gelombang ke II 72 KK dan penerima bantuan perluasan sembako sebanyak 37 KK. Jumlah ini di luar dari data penerima bantuan PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sudah disalurkan pemerintah jauh sebelum masa Covid-19.

Markus mengatakan, jumlah Dana Desa tahun 2020 yang bersumber dari APBN sebesar Rp 1,4 M. Sebanyak 35 persen dari jumlah dana desa tersebut dialokasikan untuk BLT senilai Rp 490 juta. Jumlah dana untuk BLT sebesar Rp 388 juta diperuntukan bagi 216 KK penerima. Kemudian, dana penanggulangan covid-19 di tingkat desa sebesar Rp 100 juta.

Desa Fatuketi merupakan desa yang berada persis di perbatasan Kabupaten Belu dan Kabupaten TTU sehingga pemerintah desa bergabung dengan tim gugus tugas kabupaten.

Kegiatan tim gugus tugas di Desa Fatuketi tergolong tinggi karena petugas posko covid-19 berjaga selama 24 jam dan penyedian fasilitas pendukung juga memadai. Hal ini tentu berdampak pada anggaran penanganan covid-19 di Desa Fatuketi sangat besar.

Ditanya mengenai mekanisme pendataan dan penyaluran, Kades Markus menjelasakan, sejak awal, pemerintah desa bersama jajarannya yakni dusun dan RT mendata semua keluarga terdampak yang bukan status ASN, TNI Polri dan perangkat desa. Kemudian, warga yang bukan penerima PKH dan BPNT. Setelah didata, nama-nama penerima ditempel di papan informasi desa agar masyarakat ikut mengawasi.

Selain itu, untuk menghindari pendobelan penerima bantuan, pemerintah desa melakukan kross cek data dengan Dinas Sosial Kabupaten Belu. Kemudian, proses penyaluran bantuan harus di Kantor Desa supaya pemerintah desa dapat mengetahui nama-nama keluarga penerima bantuan. Jika ditemukan ada keluarga yang menerima bantuan lebih dari satu maka saat itu juga langsung dibatalkan melalui berita acara pembatalan.

Ditanya soal kendala, Markus mengaku, kendala utama hanya soal penyesuaian data penerima agar tidak terjadi pendobelan. Pasalnya, sumber bantuan berasal di beberapa intansi baik di tingkat kementerian maupun di kabupaten. Untuk menghindari pendobelan dan salah sasaran maka pemerintah desa melakukan kross cek data dengan Dinas Sosial dan BP4D Kabupaten.

Kendala seperti ini hampir terjadi di sejumlah desa seperti di Desa Fatuketi ada beberapa yang nama penerima BLT DD sudah menerima BST sehingga pemerintah tidak merealisasikan kepada warga yang bersamgkutan. Hal yang sama terjadi di Desa Fohoeka seperti disampaikan Kades Fohoeka, Agustinus Berek. Katanya, ada dua warga penerima BLT DD yang namanya tercatat sebagai penerima BST yang telah tersalurkan lebih dahulu sehingga warga yang bersangkutaan tidak lagi menerima BLT DD.

Hal seperti ini juga terjadi di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk. Ada beberapa nama penerima BST yang tercatat juga sebagai penerima BLT DD sehingga saat penyaluran BLT DD, warga yang bersangkutan tidak lagi menerima.(jen).

Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved