Najwa Shihab Bahagia, Bisa Satu Forum dengan Budayawan Emha Ainun Nadjib, Suami Novia Kolopaking

Najwa Shihab bahagia karena momen yang diimpikannya, satu forum dengan sosok idolanya, budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, akhirnya terwujud.

Editor: Frans Krowin
tribunnews.com
kolase Najwa Shihab dan Budayawan Emha Ainun Najib atau biasa disapa Cak Nun. 

Selain itu, Cak Nun menilai sesuai dengan bentuk pemerintahan negara republik dan demokrasi, kedaulatan berada di tangan rakyat seutuhnya.

Artinya Presiden yang notabene sebagai orang yang diangkat oleh rakyat, maka menjadi Presiden itu merupakan karyawan kontrak

"Lo, Presiden kan outsorsing, buruh 5 tahun," katanya disambut tawa peserta.

Dia menambahkan, untuk saat ini di matanya Pemerintah tidak memberikan perlindungan kepada rakyatnya.

Makanya hal itu membentuk karakter kuat masyarakat Indonesia karena tidak ada perlindungan.

"Orang Indonesia kenapa kuat kenapa hebat? karena tidak ada perlindungan dari negara dan pemerintah. Pemerintah banyak ngancam penduduknya"

"Maka bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat tangguh karena cari duit sendiri, berlindung sendiri," jelasnya disambut tepuk tangan riuh penonton.

Warga Amfoang Barat Daya Dapat Masker Gratis

Kabar Duka Kembali Datang, Bintang Muda Cantik Tewas Bunuh Diri Gara-gara Sepi Job Selama Corona

Bupati Belu Serukan Hidup Berdampingan Dengan Covid-19, Ini Maksudnya

Profil Cak Nun

Budayawan sekaligus tokoh intelektual, Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun,mengungkapkan sosok presiden yang pantas untuk memimpin Indoneisa dalam kurun waktu lima tahun.

Ia menyebut sosok presiden yang ideal untuk Indonesia saat ini adalah pemimpin yang memiliki kesanggupan membawa Indonesia ber-husnul khatimah.

Dilansir dari Tribunnews.com, baginya siapa pun yang akan terpilih menjadi presiden, lanjut Cak Nun, tidak akan menelantarkan rakyatnya atau justru menjadi pelengkap penderita.

Pemikiran Cak Nun ini ia sampaikan melalui situs resminya, www.caknun.com, Sabtu (30/3/2019).

"Presiden yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia periode 2019-2024 adalah Pemimpin yang punya kesanggupan membawa Indonesia ber-husnul khatimah," tulis Cak Nun.

"Jangan sampai bangsa Indonesia, terutama rakyat kecil di strata bawah, akan semakin berposisi "pelengkap penderita" dan menjadi korban kamuflase-kamuflase elite politik nasional maupun global," lanjutnya.

Selama lima tahun mendatang, Cak Nun berharap agar pemimpin Indonesia bisa kembali membangun nasionalisme demi membangun harga diri Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved