Diskusi Hangat di Kantor Bupati Ende, Menyimak Kesiapan New Normal Atau Malah PSBB
Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende menggelar rapat di Kantor Bupati Ende
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
"Tadi saya baca di berita presiden Jokowi tegaskan, NTT belum masuk dalam persiapan untuk new normal. Jadi tidak harus kita new normal," ungkapnya.
Romo Perno katakan, tidak semua wilayah harus memberlakukan new normal. "Artinya mempertimbangkan situasi di daerah ini kalau di Ende eskalasi makin naik untuk apa kita Berlakukan new normal," tegasnya.
Dia mengatakan, pihak Keuskupan Agung Ende siap membantu Pemda Ende menangani PMI, yakni Keuskupan Agung Ende menyiapkan tempat karantina di asrama-asrama.
dr. Muna Fatma Beberkan Perkembangan Kasus Covid-19 dan Potensi Transmisi Lokal
dr. Muna Fatma Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 mengatakan, saat ini di Kabupaten Ende ada enam orang pasien Covid-19, empat hasil tracing klaster Gowa asal Dusun Numba Besar Desa Raporendu Kecamatan Nangapanda dan dua dari Klaster Magetan asal Ende Selatan dan Ende Timur.
Menurutnya, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan 15 sampel termasuk enam yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil tracing terbaru, ada 13 orang dari Dusun Numba Besar yang reaktif rapit tes.
Menurutnya, berdasarkan kajian epidemiologi, saat ini Ende menuju transmisi lokal, secara grafik naik. Jadi Menurutnya kewaspadaan masyarakat harus lebih ditingkatkan dari sebelumnya.
"Kalau ada lagi yang positif kita tidak lagi menyebut klaster Gowa atau klaster Magetan. Tapi transmisi lokal," ungkapnya.
New Normal atau PSBB?
Setelah mendengar berbagai masukan dan data, Bupati Djafar megatakan, pada prinsipnya rencana penerapan new normal tidak meniadakan protokol kesehatan. Selain itu agar roda perekonomian tidak terganggu.
Namun, ia tegaskan, new normal tidak serta merta dilakukan artinya perlu mempertimbangkan situasi dan kondisi di Kabupaten Ende.
Terkait kasus Covid-19, terutama di Numba Besar yang merupakan Dusun yang paling banyak pasien Covid-19, akan terus mendapat perhatian serius.
Menurutnya, jika eskalasi kasus Covid-19 di Kabupaten Ende terus meningkat maka akan diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
"Kalau makin banyak yang positif Covid-19, sepuluh atau sampai dua puluh orang kita PSBB tentu dengan pertimbangan yang matang dari kita semua," ungkapnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)