Diskusi Hangat di Kantor Bupati Ende, Menyimak Kesiapan New Normal Atau Malah PSBB

Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende menggelar rapat di Kantor Bupati Ende

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Rapat Gugus Tugas Covid-19 Ende di Kantor Bupati Ende, Rabu (27/5/2020). 

Selain itu, para pedagang akan disebar di beberapa titik yakni, di lapangan Koni dan terminal belakang lapangan Pancasila.

Terkait kepulangan, PMI, kata Bupati Djafar, saat ini belum ada data pasti berapa jumlah PMI yang akan pulang ke Ende, data dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Ende hanya yang legal, berjumlah 134 orang.

Menyikapi soal data tersebut, Bupati Djafar memerintahkan Kepala Desa dan Lurah mendata warga yang ada di desa dan kelurahannya saat ini, sehingga Gugus Tugas bisa mengidentifikasi orang yang masuk ke Kabupaten Ende dan melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap orang baru. Tidak hanya itu pegawasan di jalan-jalan tikus akan diperketat.

Menurutnya PMI yang masuk, diperiksa secara ketat hingga dikarantina terpusat. Lokasi karantina terpusat yakni di Stadion Marilonga Ende, yang menurutnya bisa menampung 200 orang.

Selain Stadion Marilonga, juga disiapkan Rumah Jabatan Bupati Kabupaten Ende dan Ruang Latihan Kerja (KLK), Nakertrans Kabupaten Ende.

Ketua DPRD Ende Ragu dan Cemas Kesiapan Penerapan New Normal

Ketua DPRD Kabupaten Ende Fary Taso ragu dan cemas terkait kesiapan untuk penerapan new normal. Menurutnya, saat ini Ende tengah dihadapkan dengan urusan penanganan pasien Covid-19, tracing Klaster Gowa dan Magetan yang mana jumlah reaktif rapit tes meningkat.

Tidak hanya itu, kata Fery, masyarakat Kabupaten Ende belum sungguh-sungguh taat pada protokol kesehatan. "Kita lihat saja di pasar dalam kondisi saat ini saja, banyak yang tidak pakai masker, apalagi kalau ada pemberlakuan new normal," tegas Fery.

Di samping itu, kata Fery, dalam kondisi seperti ini, akan terjadi exodus besar-besaran PMI dan perantau dari pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan lain-lain. "Mereka berpikir lebih baik mati di Kampung sendiri daripada di tanah orang," ungkapnya.

Menurutnya, dengan masalah ketidakpastian data PMI Gugus Tugas Covid-19 Ende akan kesulitan melakukan identifikasi dan pengawasan.

"Soal lain bagaimana kesiapan kita soal karantina dan lain-lain bukannya tidak setuju dengan new normal tapi kita perlu cermat mengamati kondisi kita saat ini," tegasnya.

Romo Perno : Kalau Kasus Covid-19 Naik Untuk Apa New Normal?

Romo Perno yang hadir dalam kesempatan itu mewakili pihak Keuskupan Agung Ende mengatakan, ia setuju dengan apa yang disampaikan Bupati Djafar bahwa tanggal 15 Juni 2020 bukan patokan mati, new normal diterapkan di Ende.

"Saya yakin Gubernur Viktor bukan dokter yang tau persis kondisi di lapangan seperti apa, karena itu kebijakan new normal ini harus dipertimbangkan secara baik dan matang," ungkapnya.

Dia mengingatkan, eskalasi kasus Corona sebagaimana data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ende mulai menanjak.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved