Menkes Keluarkan Edaran Protokol Keamanan Bekerja

DI masa pandemi Covid-19, aparat berhadapan langsung dengan masyarakat saat melakukan penertibkan

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020). 

POS-KUPANG.COM - DI masa pandemi Covid-19, aparat berhadapan langsung dengan masyarakat saat melakukan penertibkan. Masyarakat diarahkan mengikuti kebijakan penanganan Covid-19 dari pemerintah. Adapun aparat yang terlibat di antaranya kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) maupun petugas negara/pemerintah daerah.

Melihat besarnya resiko aparat tertular Covid-19, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengeluarkan Surat Edaran nomor HK.02.01/MENKES/334/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 bagi Aparat yang Melaksanakan Tugas Pengamanan dan Penertiban Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Sebanyak 491 Orang NTT telah Mendaftar Kartu Prakerja Tahap 4

"Kepada seluruh pimpinan Kementerian/Lembaga, pimpinan pemerintah daerah, Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Panglima TNI agar mengimbau kepada seluruh jajarannya untuk menerapkan pencegahan penularan Covid-19," kata Terawan, Sabtu (23/5).

Terawan mengingatkan pentingnya memastikan kesehatan sebelum bertugas, menggunakan alat pelindung diri (APD) hingga pentingnya kembali menjaga kesehatan saat sudah sampai di rumah. "Saya harapkan protokol itu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab agar bertugas bisa dengan aman dan terhindar dari Covid-19," ujarnya.

Tujuh Pasien Corona Sembuh NTT 85 Kasus Covid-19

Ada 13 point protokol pencegahan. Pertama, Pastikan aparat dalam kondisi sehat sebelum bertugas di lapangan. Apabila terdapat keluhan demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak nafas agar tidak ditugaskan dan istirahatkan di rumah.

Kedua, Gunakan pakaian kerja saat bertugas, dengan baju berlengan panjang.
Ketiga, Wajib menggunakan masker, faceshield, dan sarung tangan.
Empat, Jaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan handsanitizer.

Lima, Hindari tangan menyentuh area wajah seperti mata, hidung atau mulut.
Enam, Tetap memperhatikan jarak/physical distancing minimal 1 meter saat berhadapan dengan masyarakat atau rekan kerja pada saat bertugas.

Tujuh, Apabila aparat harus melakukan kontak fisik dengan masyarakat, segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan handsanitizer.
Delapan, Terapkan waktu kerja 8 jam sehari atau maksimal 12 jam/hari, 40 jam seminggu.

Sembilan, Saat pulang bertugas jangan langsung bersentuhan dengan anggota keluarga sebelum membersihkan diri (mandi dan mengganti pakaian kerja).

Sepuluh, Tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi gizi seimbang, melakukan aktivitas fisik setiap hari selama 30 menit sehari serta istirahat cukup. Bila perlu konsumsi suplemen tambahan seperti vitamin C.

Sebelas, Lakukan pemantauan kesehatan secara berkala termasuk pemeriksaan rapid test COVID-19 atau sesuai indikasi medis.

Duabelas, Pastikan kendaran operasional yang digunakan dibersihkan secara berkala dengan desinfektan.

Tigabelas, Setiap aparat yang tidak masuk kerja karena sakit dengan gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak nafas, wajib melaporkan kepada bagian kepegawaian/petugas kesehatan/fasilitas pelayanan kesehatan setempat, dan dilakukan pemantauan untuk mengetahui keterkaitannya dengan kriteria Covid-19 ODP, PDP, dan kasus konfirmasi positif Covid-19. (kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved