Warga Protes Anak Pegawai Kelurahan Lewoleba Barat Masuk Dalam Data Bantuan Sosial Tunai Covid-19

mengaku kecolongan hingga ada anak bawah umur yang masuk dalam data. Apalagi anak pegawai kelurahan.

POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Ketua RT 30/RW10 Kelurahan Lewoleba Barat, Yeni Maria Fatima Kire saat ditemui di rumah warga, Jumat (22/5/2020) petang. 

Warga Protes Anak Pegawai Kelurahan Lewoleba Barat Masuk Dalam Data Bantuan Sosial Tunai Covid-19

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA-- Carut marut data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 di Lembata kembali berlanjut.

Kali ini dua orang anak berusia dini masuk dalam data penerima BST di Kelurahan Lewoleba Barat Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata.

Dua orang anak di bawah umur yang masuk dalam data itu merupakan anak dari salah satu oknum pegawai negeri sipil yang diketahui bekerja di Kantor Kelurahan Lewoleba Barat

 Penyaluran BST Covid-19 baru dilakukan pada Sabtu (23/5/2020) besok di Kantor lama Pos Indonesia Lewoleba.

Namun ketua RT dan beberapa warga di kelurahan sudah mengeluhkan hal ini dan merasa tak puas dengan data akhir penerima bantuan yang dikeluarkan.

Persoalan ini diutarakan Ketua RT 30/RW10 Kelurahan Lewoleba Barat, Yeni Maria Fatima Kire saat ditemui di rumah warga, Jumat (22/5/2020) petang.

Dari total 27 kepala keluarga yang dia data, yang berhak menerima bantuan dari Kementerian Sosial ini hanya delapan kepala keluarga.

Namun, yang justru dipersoalkan sekarang ialah tertera nama dua orang anak dari oknum PNS yang bekerja di Kantor Lurah.

Menurutnya, berdasarkan data yang dia kantongi, dua orang anak itu masih berusia 17 tahun dan 15 tahun.

"Lalu orangtuanya juga kan PNS di kantor lurah, lalu kenapa dapat lagi. Ini yang kami tidak puas, sementara masih banyak warga miskin yang tidak masuk dalam data penerima," ungkapnya kesal.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved