News

Manggarai Satu Positif Corona, Yulianus: Kami Tracing Telusuri Warga yang Kontak Erat dengan Pasien

"Staf dari Dinkes dan dari Puskesmas Timung melaksanakan tracking ke orang-orang yang kontak erat dengan ibu (1 OTG) tersebut."

ISTIMEWA
Kepala Dinas Kesehatan Manggarai dr Yulianus Weng 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Robert Ropo

POS KUPANG, COM, RUTENG - Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Manggarai akan melakukan Tracking terhadap orang-orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan 1 orang tanpa gejala (OTG) yang terkonfirmasi Positif Covid-19, Selasa (19/5).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Dr Yulianus Weng menyampaikan itu kepada Pos Kupang, Senin (18/5).

Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan rapat bersama dengan seluruh kepala Puskesmas guna penanganan Covid-19, sehingga direncanakan mulai dilakukan tracking atau pelacakan terhadap orang-orang yang pernah kontak langsung dengan 1 OTG positif covid-19.

"Staf dari Dinkes dan dari Puskesmas Timung melaksanakan tracking ke orang-orang yang kontak erat dengan ibu (1 OTG) tersebut. Pertama, kita lacak dari tempat tinggalnya, lalu ke tempat-tempat dimana ibu tersebut sebelum dikarantina 20 hari yang lalu melakukan kontak dengan orang," ujar dr Weng.

Ia mengimbau bagi warga masyarakat yang merasa kontak langsug langsung dengan 1 OTG tersebut diharapkan untuk jujur dan siap untuk dilakukan pemeriksaan.

Dikatakan dr Weng, 1 OTG yang dinyatakan positif Covid-19 itu tetap diisolasi di tempat karantina terpusat di Gedung Wisma Atlet Golo Dukal dengan pengawasan yang ketat. OTG itu tidak dipindahkan untuk diisolasi di RSUD Ben Mboi Ruteng karena sejumlah alasan yang mendasar.

"Yang bersangkutan tetap dikarantina ketat di Gedung Wisma Atlet Golo Dukal bukan di Rumah Sakit, kenapa tidak dirawat di Rumah sakit karena pertama, yang bersangkutan sampai saat ini tanpa gejala seperti demam, batuk ataupun sesak nafas. Selain itu, di Wisma Golo Dukal yang bersangkutan benar-benar terisolasi dengan ketat apalagi Ruang isolasi di RS juga belum memadai dan saat ini RS sedang merawat 1 orang PDP,"jelas dr Weng. *

Penulis: Robert Ropo
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved