News

Miris, Siswa di Riung Jalan Kaki Tiga Kilometer Kejar Sinyal Telpon di Bukit Selesaikan Tugas Online

Proses belajar mengajar secara online sebagai dampak pandemi Covid -19 ternyata tidak segampang yang dibayangkan.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Siswa SMA Recis Bajawa saat mengikuti UAS online di atas bukit Desa Lanamai, Kecamatan Riung Barat Kabupaten Ngada Pulau Flores NTT, Senin (11/5/2020). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Gordi Donofan

POS KUPANG, COM, BAJAWA - Proses belajar mengajar secara online sebagai dampak pandemi Covid -19 ternyata tidak segampang yang dibayangkan.

Bagi wilayah yang sudah maju, memiliki handphone (Hp) android bukan masalah. Tetapi, bagi masyarakat di daerah terpencil hal ini sangat menyedihkan.

Sialnya lagi, meskipun sudah punya HP Android tetapi sinyal justru tidak ada. Para pelajar tersebut terpaksa harus berjalan kaki hingga beberapa kilo meter untuk mendapatkan signal.

Kemudian, jika signal selulernya ada, belum tentu jaringan internetnya tersedia. Tentu harus berupaya keras untuk mendapatkan jaringan internet sehingga bisa mengerjakan tugas atau mengirimkan tugas secara online.

Hal itulah yang dialami sejumlah siswa di Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada.

Para pejar terpaksa harus berjalan kaki sejauh 3 kilo meter menuju bukit Benteng Tebu untuk mencari signal dan jaringan internet untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) secara online.

Mereka berjalana kaki dari Kampung Tedhing Desa Lanamai, Kecamatan Riung Barat menuju bukit tersebut. Memang tidak mudah. Sampai di atas bukit, mereka tidak langsung mendapatkan jaringan. Mereka harus jalan-jalan diatas bukit itu baru mendapatkan sambungan.

Semangat perjuangan siswa di daerah pedalaman ini untuk menggapai cita-cita tak pernah pupus. Mereka rela berdiri berjam-jam diatas bukit untuk mengikuti ujian sekolah. Harapan untuk naik kelas tentu ada dalam benak mereka.

Rasa putus asa hampir tak ada dalam benak mereka meskipun signal atau jaringan internet kadang hilang muncul saat mereka akses jaringan.

Siswa SMA Katolik Recis Bajawa, Ebit Bolong, mengatakan, ia bersama enam orang sahabatnya tak pernah berhenti untuk berjuang mencari signal.

Ebit mengatakan, satu hari menjelang UAS, ia dan ayahnya harus pergi mencari signal untuk mendapatkan jaringan internet.
Satu hari sebelum mengikuti UAS mereka harus mendapatkan link dari sekolah untuk bisa mengikuti UAS online.

Saat tiba di tempat tujuan mencari signal, jaringan internet hilang dan terpaksa ia dan sang ayah harus mencari signal di tempat yang lain.

"Satu hari menjelang ujian, kami pergi cari signal ke tempat yang biasanya ada jaringan, karena kami harus mendapatkan link dari sekolah untuk bisa ujian online tetapi saat itu kosong signalnya," ungkap Ebit, ketika dihubungi Pos Kupang dari Kota Bajawa ke Riung Barat, Senin (18/5).

Ebit mengatakan, UAS Online SMA Katolik Regina Pacis Bajawa dimulai Senin (11/5) hingga Sabtu (16/5).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved