Pasien Positif Covid-19 di Sumba Timur Bertambah - Dinkes Lakukan Tracing

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur dan Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease ( Covid-19)

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana didampingi Sekda, Domu Warandoy dan Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu,dr. Lely Harakai,M.Kes saat jumpa pers tentang Covid-19 di Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, Minggu (17/5/2020) malam 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur dan Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease ( Covid-19) melakukan tracing terhadap semua orang yang diduga pernah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Hal ini disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, Domu Warandoy,S.H,M.Si, Senin (18/5/2020).

Menurut Domu, adanya penambahan jumlah kasus positif Corona,maka gugus tugas terus melakukan pelacakan terhadap siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien positif.

Ibu-Ibu Bertelanjang Dada

"Petugas kita sedang menelusuri, terutama keluarga pasien. Tracing sudah dilakukan seperti pada kasus pertama," kata Domu.

Dijelaskan, ada sejumlah kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19 di Sumba Timur.

"Kebijakan kita tetap yakni pembatasan orang yang melakukan perjalanan, kemudian mengendalikan kerumunan, membatasi aktivitas masyarakat," katanya.

Waspada! Ada Tiga Pulau di NTT Diprediksi Berpotensi Terjadi Angin Kencang Hari Ini

Sedangkan soal penertiban penggunaan masker, Sekda Sumba Timur ini menegaskan, mulai saat ini mekanisme operasi penertiban masker akan dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari, yakni pagi dan malam.

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana saat jumpa pers di Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, Minggu (17/5/2020) malam mengatakan, tracing sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan yang berkoordinasi dengan pemerintah baik pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa di mana pasien positif berdomisili.

Hadir pada jumpa pers ini Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy,S.H, M.Si, Kabid P2P, Jonker H.A. Telnoni, SKM , Kasie Survelans dan Imunisasi, Rambu Hamueti Nd, SKM,M.Ep . Hadir pula Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dr. Lely Harakai,M.Kes, . dr. Anri Widyawati Sp.Paru dan dr. Beni (dokter pathologi klinis)

Terkait sampel yang diperiksa selama ini, Chrisnawan mengatakan, pengiriman sampel khusus untuk diperiksa di laboratorium RSUD Prof.WZ.Johannes Kupang sebanyak 17 sampel. Sedangkan yang dikirim ke Jakarta ada 10 sampel. Hasil dari Jakarta, ada satu yang positif dan sembilan negatif.

Sedangkan hasil yang diperoleh dari Laboratorium RSUD Prof.WZ.Johannes Kupang, pada tahap pertama ada tujuh sampel yang diperiksa dan satunya positif.

Tahap kedua ada tiga sampel yang diperiksa dan duanya dinyatakan positif.

"Tujuh sampel yang terakhir kita terima hasil pada Minggu (17/5/2020), ada tiga positif dan empat negatif," kata Chrisnawan.

Dijelaskan, ketujuh pasien positif Covid-19 di Sumba Timur itu semuanya adalah kasus import dan berasal dari Kluster STT Grogol Jakarta.

"Informasi yang kami peroleh dari RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, bahwa kondisi mereka stabil dan tidak ada keluhan klinis," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved