Corona di NTT

17 Perawat RSUD Johannes Diisolasi Terpapar Corona

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT bersama manajemen RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang mengisolasi 17 perawat

POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
RSU KUPANG -- RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang merupakan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di NTT. Gambar diabadikan Sabtu (4/4/2020) siang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT bersama manajemen RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang mengisolasi 17 perawat. Keputusan itu diambil setelah seorang perawat dinyatakan positif Corona, berdasarkan hasil test swab.

"Kasus ini bermula ada pasien positif Covid-19 dirawat di Ruang Asoka RSUD Prof WZ Johanes. Pasien itu menjalani perawatan sebagaimana pasien biasa," ungkap sumber Pos Kupang, Minggu (17/5/2020).

Namun setelah pemeriksaan sampel Swab di Laboratorium RSUD Prof WZ Johannes Kupang, pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19. "Sebanyak 17 paramedis yang bertugas di ruangan tersebut sedang diisolasi di ruang Cendana Paviliun," sebut sumber Pos Kupang.

Paramedis yang Tangani Pasien Covid-19 di Ende Double Pengamanan

Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSUD Prof WZ Johannes Kupang, Jane AJ Mbado enggan menjelaskan. Jane meminta Pos Kupang mengkonfirmasi Direktur RSUD Prof WZ Johannes Kupang.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Prof WZ Johannes Kupang, dr Stefanus Soka juga tak mau memberi penjelasan. "Saya harus melalui direktur untuk bisa memberikan keterangan," kata Stef Soka melalui pesan WhatsApp yang dikirim kepada Pos Kupang, Sabtu (16/5)

Nehemia Tewas Dekat Patung Ina Boi

Terpisha, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominggus Minggu Mere mengatakan, para dokter maupun perawat yang yang melakukan kontak erat dengan pasien yang meninggal (Filmon Kiuk, Red) karena Covid-19 telah diinapkan di Hotel Sasando Kupang.

"Untuk kategori wilayah provinsi, teman-teman (para dokter dan perawat yang melakukan kontak dengan pasien maupun almarhum) ada yang sudah dua minggu berada di Hotel Sasando," katanya, Sabtu (16/5).

"Sedangkan untuk kategori wilayah Kota Kupang, nanti Bapak Wali Kota punya kebijakan sendiri, dimana nanti teman-teman kesehatan dirawat inapkan," tambah Domi Mere.

Pada prinsipnya, lanjut Domi Mere, petugas kesehatan harus dijaga agar jangan sampai menjadi Covid-19 plus.

"Makanya mereka yang kontak erat diisolasi di suatu tempat. Nah, provinsi dalam hal ini Bapak Gubernur (Viktor Bungtilu Laiskodat) telah menetapkan Hotel Sasando sebagai tempat isolasi untuk petugas-petugas kesehatan yang kontak erat dengan para pasien yang Covid-19 plus itu," terangnya.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved