Nehemia Tewas Dekat Patung Ina Boi

Hidup Nehemia Menabu (70) berakhir di lahan kosong dekat Patung Ina Boi, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang

Nehemia Tewas Dekat Patung Ina Boi
POS KUPANG/GECIO VIANA
Kapolsek Kelapa Lima Polres Kupang Kota, AKP Andri Setiawan, SH., SIK.

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Hidup Nehemia Menabu (70) berakhir di lahan kosong dekat Patung Ina Boi, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, Minggu (17/5). Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jasad Nehemia pertama kali ditemukan Yuliana Nati, sekitar pukul 09.45 Wita.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana Bintu, SIK melalui Kapolsek Kelapa Lima AKP Andri Setiawan menjelaskan, polisi menerima laporan warga bahwa ditemukan seorang dalam kondisi tak bernyawa di lahan kosong milik pemerintah Kabupaten Kupang, samping Patung Ina Boi.

Satu Warga di Manggarai Positif Covid-19, Pemkab Manggarai Timur Perketat Posko Mano

"Korban atas nama Nehemia Menabu, pria (70), pekerjaan pemulung," sebut Andri ketika dikonfirmasi, Minggu siang. Nehemia merupakan warga Jalan Hans Kapitan RT 017 RW 07 Kelurahan Kelapa Lima.

Berdasarkan keterangan saksi Yuliana Nati, pada Minggu pukul 06.30 Wita, Yuliana diberitahu penghuni kos Om Yes untuk mencari korban yang sudah keluar dari rumah sejak Sabtu (16/5) pukul 17.00 Wita.

Setelah tidak menemukan korban di rumahnya, Yuliana bergegas ke rumah Marthen Banoet, keluarga korban, di Kelurahan Pasir Panjang namun nihil. "Sehingga saksi pulang mencari korban di rumah warga sekitar," kata Andri.

Warganet Dorong Pasien Corona 02 Segera Dirawat di RS

Pada pukul 09.30 Wita, Yuliana menemukan korban sudah tidak bernyawa di semak-semak pada lahan milik Pemerintah Kabupaten Kupang, tidak jauh dari rumah korban.

Nehemia dalam posisi tidur miring menghadap ke arah timur. Korban mengenakan baju putih lengan merah tanpa celana.

Yuliana memanggil warga sekitar dengan mengatakan, "Mari...mari ko datang. Bapa tua ada tidur di sini". Sejumlah warga berlari menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.

Saksi lainnya, Okris Mon Petrus Tae Selan (25), pada Sabtu (16/5) pukul 12.00 Wita, korban pamit keluar sebentar. Nehemia kembali ke rumahnya pukul 15.00 Wita. Selanjutnya, korban pergi ke rumah Marthen Banoet.

"Hingga pukul 23.00 Wita korban belum pulang ke rumah. Sehingga saksi Okris bersama saudaranya (anak-anak dari korban) berinisiatif untuk mencari korban, namun tidak menemukannya," jelas Andri

Kemudian pada Minggu (17/5), Oktris mendengar teriakan Yuliana bahwa korban tergeletak di lahan kosong. Tidak jauh dari korban, ditemukan celana panjang, senter dan sandal jepit.

Selanjutnya, jenazah Nehemia dievakuasi oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Drs Titus Uly Kota Kupang pada pukul 11.00 Wita.

"Untuk sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan korban meninggal masih menunggu hasil dari pemeriksaan pendalaman oleh tim medis Rumah Sakit Bhayangkara," ujar Andri. (

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved