Renungan Harian Katolik

Renungan Kamis 14 Mei 2020 Memaknai Surat-Surat dari Molokai-Hawaii Gaudium Amoris: Sukacita Kasih

Renungan Kamis 14 Mei 2020 Memaknai Surat-Surat dari Molokai-Hawaii Gaudium Amoris: Sukacita Kasih

Editor: Kanis Jehola
Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Kamis 14 Mei 2020 Memaknai Surat-Surat dari Molokai-Hawaii Gaudium Amoris: Sukacita Kasih

Oleh: RD Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - Masih ada harapan dan jalan lain untuk menghadirkan sukacita. Pater Damian bergembira karena mendapat kesempatan untuk mengunjungi seorang konfrater di Honolulu dan tinggal beberapa waktu bersamanya.

Dalam kebersamaan di komunitas itulah Pater Damian mencoba memilih pengobatan alternatif atas sakit yang dideritanya. Kebersamaan dan persaudaraan dalam hidup berkomunitas itu indah.

Karena selain dapat meneguhkan hati juga meringankan beban penderitaan. Sebagaimana tertulis " Amicus fidelis medicamentum vitae; sahabat setiawan adalah obat kehidupan" ( Sir .6:16 )

Siswi SMAK Frateran Ndao Ende Bangga Bisa ke Amerika Ikut Youth Exchange dan Study

Berita tentang pelayanan Pater Damian bagi orang kusta di Molokai hingga ia sendiri ikut tertular kusta, diliput media massa dan menjadi perhatian khalayak. Sejak saat itu bantuan dana berupa uang dan pakayan dikirim ke Molokai.

Pater Damian juga mendapat seorang sahabat baru yang akan membantu pelayanannya yakni Ira Dutton, seorang pensiunan tentara. Perhatian dunia dan support kepada pelayanan Pater Damian tentu saja mendapatkan beraneka tanggapan , baik yang bersifat positif maupun yang negatif.

Positif Covid-19 Meningkat, Ini Permintaan Bupati Manggarai untukPasien Manggarai Barat

Semuanya tetap diterima Pater Damian dan diolah dengan hati bijak sebagai bagian utuh dari dinamika perhatian atas karya kerasulan dan cinta kasih yang diembannya.

Dalam bulan-bulan terakhir hidupnya ia mengenyam kebahagiaan yang luar biasa, yakni bersatu dengan Kristus dalam jalan salib-Nya ( Edouard Brion, 1988).

Pater Damian berbahagia karena telah berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi sahabat-sahabatnya; kaum kusta sampai akhir hayat.

Ia telah mengikuti jejak Yesus Kristus Sang Guru " Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seseorang yang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya " ( Yoh 15 : 13 )

Pater Damian mengikuti jalan salib Yesus dengan penuh keberanian. Meski demikian Ia tidak menampilkan diri sebagai seorang superman. Melainkan sebagai manusia biasa yang mengandalkan rahmat dan kekuatan dari Tuhan serta bantuan para sahabat.

Kehadiran Ira Dutton menjadi berkat tersendiri bagi Pater Damian dan kaum kusta di Molokai. Ia menjadi sahabat setiawan Pater Damian dalam hari-hari penderitaan yang dijalani. Apa yang dilakukan Ari Dutton kepada Pater Damian dapat dilukiskan demikian. " Seorang sahabat meneruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran" ( Amsal 17 :17 ).
Pater Damian dalam periode pergumulan dan permenungan di tahun 1885-1889 , berkesempatan menulis surat-surat yang ditujukan kepada bapak uskup, pimpinan kongregasi, para sahabat, keluarga, dokter dan mitra yang telah menyertainya dalam perjalanan pelayanan cinta kasih dan kemanusiaan di Molokai.

Surat-surat Pater Damian menggambarkan suasana hati yang dirasakan, berikut gambaran tentang perkembangan pelayanan terhadap kaum kusta berikut tantangan dan keterbatasan dihadapi.

Menulis surat adalah cara Pater Damian membangun komunikasi dan berbagi infomasi dengan semua pihak yang dipandang sangat berarti dan telah memberikan dukungan, masukan, doa dan bantuan bagi kelancaran pelayanan.

Pengorbanan Pater Damian dalam pelayanan merupakan cerminan kasihnya yang mendalam kepada Yesus Sang Guru dan kaum kusta sebagai sahabat-sahabatnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved