Update Covid 19 di Belu: ODP Masih Lima Orang

Kelima ODP itu tersebar di Kecamatan Tasifeto Barat sebanyak 3 orang dan Kecamatan Tasifeto Timur 2 orang.

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau 

Update Covid 19 di Belu: ODP Masih Lima Orang

POS KUPANG COM| ATAMBUA-- Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu hingga Selasa, 12 Mei 2020 menunjukkan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak lima orang. Kelima ODP itu tersebar di
Kecamatan Tasifeto Barat sebanyak 3 orang dan Kecamatan Tasifeto Timur
2 orang.

Jumlah ODP di Kabupaten Belu terus menurun setiap harinya karena telah selesai masa pemantuan oleh tenaga kesehatan.

Selain ODP, jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko Dalam Pantauan juga terus bergerak turun dari hari ke hari dan sampai dengan Selasa, 12 Mei 2020 pukul 14:00 Wita, Pelaku Perjalanan Berisiko Dalam Pantauan tersisa 74 orang dari total 1.661 orang.

Kemudian, Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 2 pasien yang sementara menjalani perawatan di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua dan sampel SWAB telah dikirim ke Laboratorium Biomolekular RSUD W.Z. Yohannes Kupang sejak tanggal 7 Mei 2020.

Sedangkan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, SE dalam siaran persnya mengatakan, data monitoring dari wilayah kerja 17 puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Belu terhadap ODP dan pelaku perjalanan beresiko terus bergerak turun setiap hari.

Kemudian, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil.

Walaupun data monitoring PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat.

Berdiam diri di rumah saja, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan juga anjuran World Health Organization (WHO) agar semua masyarakat menggunakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada tenaga medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci.

Kepada para pelintas yang memasuki wilayah Kabupaten Belu wajib mentaati semua aturan yang ada di setiap Posko Pemantauan tanpa terkecuali demi keselamatan kita bersama. Mulai dari penggunaan masker, penyemprotan disinfektan, cuci tangan, pengecekan suhu tubuh dan pendataan.

VIDEO -- Lock Down Terbatas Kabupaten Ngada-Nagekeo, Semua Angkutan Berhenti di Posko Perbatasan

Rocky Gerung Desak Menteri Jokowi Berdamai dengan Anies Baswedan, Sebut Hak Eksekutif Doni Monardo

Disampaikan juga, untuk mengatasi dampak Covid-19 Pemerintah menyalurkan beberapa bantuan yakni Bantuan Sosial Tunai (BST), Perluasan Program Sembako, Jaring Pengaman Sosial (JPS) & Dampak Ekonomi dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved