Pendidikan Indonesia Pasca Covid-19

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas 2 Mei) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas 20 Mei) tahun 2020 diwarnai dengan situasi global pandemi Covid-19

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTMEWA
Rektor Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si 

Para Dosen/Guru juga terus berusaha membangun komunikasi, langkah persuasif, memberikan bimbingan dan motivasi kepada Para Mahasiswa/Murid supaya tidak berhenti belajar meskipun dilakukan dari rumah masing-masing.

Ada hambatan yang ditemui, seperti kesulitan membeli pulsa data, lemahnya akses terhadap signal internet, dan belum dikuasainya aplikasi tertentu, semuanya dapat dibicarakan dengan Dosen/Guru sehingga dapat dicarikan solusinya.

Komunikasi dan kerjasama yang baik antara Guru/Dosen dengan Mahasiswa (peserta didik) merupakan faktor kunci untuk menjamin suksesnya pembelajaran Online.

Selain itu, kita bisa melihat beragam kreatifitas diciptakan oleh Para Guru/Dosen bersama Pemerintah, misalnya pembelajaran melalui Radio, TV, WA group, dan kelompok-kelompok kelas maya.

Di sini, kita masih membutuhkan adanya peran dari sebuah elemen kunci yang lain yaitu Para Orangtua/Wali, yang mempunyai peran sangat penting dan tidak tergantikan.

Peran orang-tua/wali sangat penting tidak hanya untuk mengawasi dan memastikan putra-putrinya patuh dan tertib mengikuti pembelajaran online, namun juga untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual yang berharga untuk kehidupan anak, seperti takut akan Tuhan, disiplin, kerja keras, jujur, tahan uji, mental baja, dan pantang menyerah; sesuatu yang juga dilakukan oleh para Guru/Dosen pada kondisi normal.

Tentu saja, pengawasan dari orang-tua utamanya agar anak tetap stay at home supaya terlindung dari ancaman penularan infeksi covid-19.

Kolaborasi dari semua elemen pendidikan ini diperlukan dan memang sudah seharusnya terjadi karena melindungi peserta didik adalah tugas bangsa, yang harus dijalankan oleh kita semua secara bersama.

3. Situasi pandemi covid-19 dapat mengubah Mindset masyarakat bahwa kesulitan yang dihadapi di semua bidang kehidupan, utamanya bidang pendidikan, merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi bersama-sama dengan penuh optimisme.

Karena itu, alangkah eloknya jika kita semua menghindari untuk membuat kegaduhan di dunia maya melalui postingan dan comment-comment yang tidak perlu. Yang sangat penting untuk dilakukan saat ini adalah Berjuang bersama-sama; mendukung kolaborasi semua elemen pendidikan, tingkatkan unifikasi/penyatuan dalam langkah-tindak untuk mencapai tujuan bersama.

Home learning harus kita dukung bersama-sama. Kita bisa belajar dari Para Pemimpin Agama, yang secara arif dan bijaksana telah menghentikan semua upacara keagamaan yang berlangsung di tempat-tempat ibadah dan memindahkannya ke rumah masing-masing.

Kiranya contoh yang amat baik dari Para Pemimpin Agama tersebut, dapat kita tiru, khususnya bagi kita semua yang terlibat dalam Pendidikan untuk Anak-anak Bangsa.

Berdasarkan pengalaman dari situasi pendidikan selama pandemi Covid-19, maka beberapa pemikiran tentang Pendidikan Indonesia pasca Covid-19, menurut saya, adalah sebagai berikut :

1.   Pembelajaran Daring (dalam jaringan internet) atau Online akan menjadi pola pembelajaran yang diterapkan di banyak Institusi Pendidikan, karena telah tercipta kultur belajar yang inovatif, dan adanya kemerdekaan belajar.

Setiap Institusi Pendidikan perlu diberikan kebebasan menggunakan pola daring, sambil memperkuat aspek monitoringnya. Setiap institusi pendidikan mungkin juga perlu untuk memikirkan platform apa yang paling cocok diterapkan di lingkungannya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved