Kadis pendidikan dan Kebudayaan NTT, Sebut UAS Tahun Ini Dengan Metode Berbeda

Ujian semester (semester genap) 2019/2020, sekolah dan kami telah ada kalender akademik, dan semuanya bisa dilaksanakan dengan baik.

Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Kadis pendidikan dan Kebudayaan NTT, Sebut UAS Tahun Ini Dengan Metode Berbeda
Oby Lewanmeru
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola

Kadis pendidikan dan Kebudayaan NTT, Sebut UAS Tahun Ini Dengan Metode Berbeda

POS-KUPANG. COM | KUPANG-- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Drs. Benyamin Lola, M. Pd, mengatakan, terkait dengan Ujian semester (semester genap) 2019/2020, sekolah dan kami telah ada kalender akademik, dan semuanya bisa dilaksanakan dengan baik.

"Apa yang perlu diragukan ? Untuk ujian semester sekolah bisa melakukan itu, walupun dengan metode yang tidak biasa. Artinya pelaksanaan mungkin tidak secara klasikal, siswa dikumpul dalam kelas untuk mengikuti ujian. Tetapi, mereka (siswa-siswi) di nilai melalui penugasan yang tidak harus mengumpulkan siswa, kemudian di pakai sebagai nilai yang akan dikomulasikan bersama nilai-nilai harian sebelum pelaksanaan pembelajaran dari rumah"," ujar Benyamin.

Jadi, Lanjut Benyamin, yang ditemui POS-KUPANG.COM, Benyamin Lola kepada POS-KUPANG. COM, Selasa (12/05/2020), Sebelum pembelajaran dari rumah, guru-guru pun telah memilki koleksi nilaii-nilai harian yang diberikan kepada siswa, sehingga kompilasi nilai harian dan nilai penugasan yang diberikan guru kepada siswa bagi yang belum melaksanakan ujian semester itu bisa digunakan sebagai tahap penilaian. 

Selain cara ini, jelas Benyamin, para guru bisa melakukan ujian secara langsung menggunakan aplikasi zoom.

Dalam hal ini ujian secara lisan, selagi aplikasi ini bisa diakses oleh siswa dan guru. Dengan demikian cara-cara ini bisa dipakai untuk penentuan kenaikan kelas.

Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan NTT menambahkan, kita tidak bisa memaksakan agar semua proses pembepajaran semuanya online.

Proses pembelajaran di sekolah bisa menggunakan tiga cara yaitu, online, dengan persyaratan bahwa semua siswa dan guru memiliki peralatan ITE, dan juga didukung dengan jaringan dan listrik.

Sedangkan cara yang kedua ofline, siswa dan guru memiliki peralatan ITE, tetapi tidak memiliki kuota internet, maka bisa gunakan cara ini dengan cara menyalin materi kemudian siswa bisa mengerjakannya di rumah.

Cara yang terakhir adalah manual artinya, guru-guru diberikan keluasan untuk menciptakan materi pembelajaran secara manual dan dibagikan kepada siswa.

Ia menyampaikan, di dalam juknis dana BOS yang baru No 19 tahun 2020, perubahan atas juknis No 8 tahun 2020 tentang dana BOS, bahwa dana bantuan operasional sekolah (BOS) ini bisa digunakan untuk memperlancar proses belajar dari rumah. Dan yang tahu tentang kondisi itu adalah sekolah. Tetapi harus dapat dipertanggung jawabkan dengan cara memperbaiki rencana kerja dan anggaran sekolah.

Sejak januari Sudah ada rencana kerja dan anggaran sekolah. Itu harus dirubah, disesuaikan dengan kondisi pandemi covid 19 Saat ini, dan disesuaikan juga karena covid 19 ada juknis baru tentang dana BOS, yaitu permendikbud No 19 tahun 2020.

Ronaldo Sambangi Mersi yang Hidup Sebatang Kara, Bukan Pesepakbola Itu Lho Tapi Politisi PDIP Malaka

Poktan Lima Sejahtera di Kabupaten Sumba Timur Tetap Eksis di Suasana Pandemi Covid

"Kami tidak perlu mengeluarkan jadwal akademi, karena jadwal akademi itu sudah berlaku secara nasional dan tinggal saja sekolah mempedomani itu," ujar Benyamin.(Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Ray Rebon)
 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved