Bupati Manggarai Timur Launching Penyerahan Bantuan Langsung Tunai

Pemkab Manggarai Timur mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai ( BST) atau Bantuan Langsung Tunai ( BLT)

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, SH.M.Hum sedang menyerahkan BLT kepada seorang warga penerima. 

POS-KUPANG.COM | BORONG----Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur ( Pemkab Manggarai Timur) mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai ( BST) atau Bantuan Langsung Tunai ( BLT) dari Kementerian Sosial RI ( Kemensos) RI kepada kepala keluarga (KK) miskin dampak Corona virus disease atau Covid-19.

Sebagai tanda dimulainya pembayaran BST/BLT dilakukan dengan Pelaunchingan oleh Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, SH.,M.Hum dengan menyerahkan secara simbolis BLT kepada 24 KK di Kelurahan Rana Loba dan 10 KK di Kelurahan Kota Ndora. Kegiatan Launching itu berlangsung di Aula Kantor Camat Borong, Senin (11/5/2020) siang.

KPRI Ende Beri Bantuan 2,5 Ton Beras Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Hadir dalam Pelaunchingan Pembayaran BST itu, Camat Borong Maria A. Yarini Gagu, Kepala Dinas Sosial Manggarai Timur Wihelmus Deo, Kasat Pol PP Matim Yohanes Syukur, Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Borong, Muhammad Sun bersama staf dan para penerima BST.

Adapun kegiatan Pelauchingan itu dengan mengikuti Protokoler Kesehatan untuk mencegah Pandemi Covid-19. Setiap peserta wajib duduk dengan physical distancing dan Bupati Agas saat menyerahkan bantuan tunai itu juga tidak berpegangan tangan dengan warga yang menerimanya.

Achmad Yurianto: Kerumunan Masyarakat saat Penutupan Gerai McDonalds Sarinah Langgar PSBB

Bupati Agas dalam sambutanya sebelum melaunching penyaluran BST itu meminta kepada KK penerima agar memanfaatkan dana BST itu dengan baik, tidak boleh membeli rokok terutama kepada bapak-bapak, namun menggunakan dana itu membeli kebutuhan pokok dasar termasuk alat pelindung diri guna memenuhi kebutuhan selama masa pandemi covid-19.

Ditegaskan bupati Agas, bagi KK yang sudah mendapatkan PKH atau sembako tidak mungkin lagi mendapatkan BST itu. Bantuan ini bukan faktor utama dalam memenuhi kebutuhan hidup namun hanya sebagai penyokong atau membantu meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari selama masa pandemi covid-19.

"Jadi bagi yang sudah mendapatkan PKH atau Sembako maka tidak dapat lagi BST. Sehingga tidak ada pendobelan guna menjaga keadilan, jadi ada yang dapat bantuan dari Pos Dana Desa, APBD II, APBD I dan APBN,"Kata Bupati Agas.

Bupati Agas juga menegaskan, data bagi penerima BST itu merupakan data dari Kemensos RI dan sejak lima tahun lalu. Sehingga mungkin sebagian KK sudah ekonominya sudah membaik yang mendapatkanya, namun pihaknya tidak bisa merubahnya.

Untuk mencegah tidak lagi terjadinya pendobelan atau bantuan itu tidak tepat sasaran, Bupati Agas meminta kepada Dinas Sosial untuk kembali melakukan validasi data. Hal ini untuk menjaga keadilan dalam penanganan dampak covid-19.

Bupati Agas juga meminta kepada para camat dan Kepala Desa untuk segera menyampaikan laporan KK miskin penerima BLT dari Dana Desa. Sehingga pihaknya menyikapi kepada KK miskin dengan memberikan BLT melalui dari dana Desa, APBD II dan APBD I guna mencegah terjadinya pendobelan.

Bupati Agas juga mengatakan, ada KK miskin yang tidak mendapatkan bantuan karena tidak memiliki KTP/KK sebab jika mendapatkan bantuan dari Pemerintah tentu harus memiliki KTP dan KK. Karena itu kepada para Kepala Desa juga diminta untuk segera mengurus hak-hak sipil warga dengan baik.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur Wihelmus Deo menjelaskan, dalam rangka penangaan Covid-19 bagi KK miskin yang terkena Dampak, Kemensos RI telah menetapkan alokasi 6.037 KK miskin penerima BLT di Manggarai Timur. Dari jumlah tersebut terdapat 2.166 KK yang BNBA langsung ditetapkan oleh Kemensos RI dan sisanya dilakukan pemadanan data dari Pemda Manggarai Timur.

Pemadanan data, jelas Wihelmus dilakukan selama tiga tahap dan berakhir pada tanggal 7 Mei 2020 dengan total yang diterima Kemensos RI sebanyak 4.900 KK miskin yang menerima bantuan BLT itu. Sedangkan KK miskin yang ditolak karena tidak memiliki NIK, KK dan kesalahan pada tanggal lahir.

"Jadi kita masih kekurangan 1.137 KK miskin untuk memenuhi kuota yang ditetapkan oleh kementerian Sosial RI sebanyak 6.037 KK. Jadi total kekurangan ini kita belum tahu apakah masih diberikan kesempatan untuk pemadanan atau tidak, jadi kita masih menunggu keputusan,"jelas Wihelmus.

Wihelmus juga menegaskan 4.900 KK miskin yang mendapatkan BLT ini merupakan data yang benar-benar valid melalui proses pemadanan. "Jadi tidak menutup kemungkinan ada eror data, jadi kalau KK yang tidak layak menerima sesuai dengan ketentuan Kemensos tapi terdaftar maka dibatalkan supaya tidak disalurkan atau ditahan dan dibuatkan berita acara pembatalan,"jelas Wihelmus.

Wihelmus juga menjelaskan, untuk BLT yang dibagikan dengan proses pelaunchingan ini untuk proses tahap I sebesar Rp 600.000/KK perbulan. Sedangkan untuk proses tahap II dan III belum karena masih dalam proses di tingkat Kementerian Sosial.

"Jadi penyaluran BLT ini mulai hari ini ditandai dengan launching oleh Pak Bupati Untuk Kecamatan Borong. Sedangkan kecamatan-kecamatan lain mengacuh pada jadwal yang telah ditetapkan oleh PT. Pos Indonesia Kantor Cabang Borong, Kantor Cabang Pembantu Mano dan Pota,"jelas Wihelmus.

Lebih lanjut Wihelmus juga mengatakan, selain BLT/BST ini masih ada bantuan lain dari Kemensos RI kepada KK miskin yang terkena dampak covid-19 di Kabupaten Manggarai Timur. Yaitu sebanyak 9.346 KK yang mendapat bantuan perluasan sembako.

Bantuan perluasan Sembako ini, jelas Wihelmus akan diterima masing-masing KK miskin sebesar Rp 200.000/bulan selama 9 bulan sejak April hingga Desember 2020. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved