OJK Tidak Potong Laba Bank NTT
Kepala Kantor OJK NTT, Robert Sianipar menjelaskan OJK tidak memotong laba Bank NTT Rp 100 miliar
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepala Kantor OJK NTT, Robert Sianipar menjelaskan OJK tidak memotong laba Bank NTT Rp 100 miliar. Sesudah audit ada koreksi CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) yang ada kekurangan karena kualitas kredit turun.
"Bukan dipotong OJK, tetapi ada namanya laba sebelum audit KAP (Kantor Akuntan Publik) dan sesudah audit KAP. Itu ibaratnya kalau kualitas kredit memburuk harus dibentuk pencadangan," tuturnya.
• Haru Warga Lamalera Terima Bantuan Sembako Dari Taman Daun
Ia mengatakan NPL Bank NTT tercatat 4,2 persen. Diharapkan tidak mencapai lima persen. Perbankan yang berkantor pusat di Kupang ada satu BPD dan 12 BPR. Selain BPD NTT, ada sekitar dua BPR yang NPL-nya di atas 5 persen. Secara umum sebagian besar masih terjaga dibawah lima persen.
"Kami terus monitoring, kan sudah ada ketentuan relaksasi. Ini salah satu manfaatnya untuk menekan NPL. Bila ada yang terdampak dan tidak bsia bayar, agar bank aktif untuk melakukan restrukturisasi untuk mendapatkan perpanjangan waktu atau pengurangan tunggakan. Maka kualitasnya menjadi lancar dan NPL-nya bisa turun," jelasnya.
• Limbah Medis Berserakan di Hutan Tutab TTU
Kalau tidak ada ketentuan ini, katanya, penghasilan nasabah turun karena tidak ada uang, hanya masalah waktu dan terus melakukan penunggakan maka bisa jadi NPL.
Oleh karena itu diberikan relaksasi. kalau tidak ada relaksasi maka NPL naik dan bank harus membuat pencadangan.
"Ini bisa menggerus permodalan bank kalau nanti semakin meningkat. Dengan relaksasi ruang gerak bank lebih leluasa memberikan kelonggaran ke debitur," tuturnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)