Corona Virus

KABAR GEMBIRA: PENELITI Italia yang Pertama Temukan Vaksin Bunuh Virus Corona, Sukses Diuji

ahli penyakit menular hari ini menggambarkan temuan itu menjanjikan, karena para ilmuwan di seluruh dunia terus memburu vaksin yang efektif

AP/ Ted S. Warren
Saat ini di seluruh dunia ada sekitar 100 percobaan terjadi untuk mengembangkan vaksin COVID-19. 

POS KUPANG.COM--Para peneliti Italia sedang membuat vaksin berbasis DNA. Jenis vaksin ini mengambil bagian dari kode genetik virus dan menyuntikkan urutan DNA ke dalam hewan untuk menghasilkan antibodi untuk melawan penyakit. Antibodi ini - yang mengenali Covid-19 dan tahu cara mengatasinya - diuji pada sel manusia untuk melihat apakah mereka bekerja dalam membunuh Virus Corona. Jika berhasil, vaksin dapat diuji coba pada manusia untuk melihat apakah mereka menghasilkan respons antibodi sendiri 


* Peneliti Italia klaim memiliki 'vaksin pertama di dunia' yang membunuh Cirus Corona

* Virus Virus Corona Italia sudah teruji saat dicobakan ke tikus

* Universitas Oxford segera produksi jutaan dosis vaksin

 Para peneliti Italia temukan vaksin yang bisa membunuh Virus Corona atau Covid-19.

Vaksin Virus Corona itu terbukti efektif menghancurkan virus mematikan itu setelah diujicobakan ke binantang tikus.

Tak lama lagi, Vaksin Virus Corona dari Italia itu segera diujicobakan ke manusia penderita Covid-19. 

Dailymail memberitakan, para ilmuwan itu memberi tikus suntikan vaksin - yang sedang dikembangkan oleh Takis Biotech yang berbasis di Roma, Italia - dan mengambil antibodi yang mereka buat sebagai tanggapan.

Antibodi adalah zat yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengingat cara melawan infeksi tertentu dan sangat penting untuk kekebalan.

Jadwal Belajar di Rumah TVRI Kamis 7 Mei 2020, Kelas 1-3 SD Nonton Petualangan Oki dan Nirmala.

Hasil awal dari tes laboratorium menunjukkan antibodi yang dibuat pada tikus uji mampu menghentikan sel manusia yang terinfeksi virus corona.

Satu ampul obat Ebola remdesivir ditunjukkan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman, 8 April 2020. Remdesivir kini sedang diuji coba untuk pengobatan Covid-19
Satu ampul obat Ebola remdesivir ditunjukkan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman, 8 April 2020. Remdesivir kini sedang diuji coba untuk pengobatan Covid-19 (.(POOL/REUTERS))
Halaman
1234
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved