Camat Lamaknen Intens Melakukan Pengawasan Pendaataan KK Penerima Bantuan
penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa serta bantuan sosial dan ekonomi yang bersumber dari APBD.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Camat Lamaknen Intens Melakukan Pengawasan Pendaataan KK Penerima Bantuan
POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Pemerintah Kecamatan Lamakenen, Kabupaten Belu sangat serius mengawasi pendataan keluarga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa serta bantuan sosial dan ekonomi yang bersumber dari APBD.
Bentuk pengawasan yang dilakukan pemerintah kecamatan antar lain mengecek pemerintah desa yang sedang melakukan pendataan dan memberikan arahan serta penjelasan kepada para kepala desa manakala kepala desa menemukan kendala. Selain itu, petugas dari kecamatan juga turun ke desa memberikan penguatan bagi pemerintah desa.
Pemerintah kecamatan intens melakukan pengawasan agar pemerintah desa tidak salah dalam mendata keluarga penerima bantuan, tidak diskriminasi dan harus tetap sasaran.
Hal itu dikatakan Camat Lamaknen, Roni Mau Luma kepada Pos Kupang.Com di Atambua, Rabu (6/5/2020) saat dikonfirmasi terkait peran camat dalam mengawasi pendataan dan penyaluran dana BLT Dana Desa kepada keluarga sasaran.
Menurut Camat Roni, pengawasan pendataan keluarga penerima BLT Dana Desa dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat desa, camat dan kabupaten. Saat ini pendataan keluarga penerima BLT dana desa sudah selesai dan untuk Kecamatan Lamaknen diperkirakan pekan depan akan mulai disalurkan. Jumlah desa di Kecamatan Lamaknen sebanyak sembilan desa.
Warga Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Lucia Lawak, Blandina Moruk dan Yosep Mali Uka mengaku senang bila mereka mendapat BLT dari pemerintah.
• Saat Dekat Terus Beradu, Jauh Malah Rindu! Ini Trik agar Hubungan Tak Ribut Terus
• Praktek Yuk ! 5 Aktivitas agar Daya Tahan Tubuh Terjaga Selama Puasa di Tengah Pandemi Virus Corona
• Kenali Tanda dan Penanganan Disleksia pada Anak yang Perlu Kita Ketahui
Sebagai warga yang sudah lanjut usia mereka hanya bisa berharap agar bantuan dari pemerintah bisa diberikan kepada mereka secara adil. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).