Tanggapan Kepala BPTP NTT Terkait Panen Padi IPPTP - BPTP NTT Bersama Komisi II DPRD NTT

tidak semua pronpinsi untuk adanya varitas unggul ini. Varitas unggul ini baru dijalankan sekitar 23 sampai 30-an BPTP yang menjalankan hal ini

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG COM/RAY REBON
Kegiatan panen padi, Kepala BPTP NTT bersama Komisi II DPRD NTT, Selasa (05/05/2020) 

Tanggapan Kepala BPTP NTT Terkait Panen Padi IPPTP - BPTP NTT bersama Komisi II DPRD NTT

POS-KUPANG. COM| KUPANG --"Kami sangat berterimakasih karena apapun juga kita sebagai lembaga riset, kita mampu menyampaikan apa yang kita hasilkan menjadi bagian yang kita kontribusikan kepada propinsi NTT yang kita cintai, " Hal ini disampaikan, kepala Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) NTT, Dr. Procula Rudlof Matitaputty, S. Pt, M. Si, Selasa (05/05/2020)

Kepala BPTP NTT menyampaikan, Dengan adanya inovasi badan ritbank yang menjadi tugas pokok dari BPTP.

Selain itu IP2TP sebagai bagian untuk dapat mendisiminasikan inovasi teknologi, salah satunya berupa varitas unggul yang merupakan bagian yang nantinya kita manfaatkan untuk pengembangan yang lebih luas lagi kepada masyarakat"

Lanjut kepala BPTP NTT, dengan adanya varitas-varitas, kami melihat ada peluang terhadap peningkatan kecerdasan dan peningkatan pada daya tahan tubuh lewat emparing nutrising. Dan ini merupakan varitas baru yang dikeluarkan pada tahun 2019.

Ia menambahkan, tidak semua pronpinsi untuk adanya varitas unggul ini. Varitas unggul ini baru dijalankan sekitar 23 sampai 30-an BPTP yang menjalankan hal ini.

Kegiatan ini kami lakukan tahun lalu. Dan penelitinya langsung menyampaikan langsung hal itu. Ungkap Procula

BPTP , lanjut Procula, ditugaskan menjalankan hal itu untuk dimasifkan diseluruh kabupaten yang ada di NTT. Selain itu kami akan bekerjasama dengan dinas propinsi untuk bagaimana varitas unggul ini bisa diteruskan di kabupaten-kabupaten lain, untuk dapat mengembangkan impari nutrising ini kepada masyarakat

"Apalagi unsur seng ensing ini berfungsi sebagai peningkatan mencegah adanya stanting atau kekerdilan dari anak-anak, terutama ibu-ibu hamil untuk perlu mengkonsumsi nutrisi seng ensingnya baik untuk anak yang dilahirkan memiliki potensi daya tahan tubuh yang kuat," ujar Procula

Lanjut Procula, ada beberapa varitas impari 43 dan 42 yang merupakan varitas umur ginja. Biasanya padi memerlukan waktu 100 hari ke baru panen, tetapi untuk impari 43 dan 42 hanya memerlukan 82 sampai 85 hari untuk dipanen. Dengan hal ini, kita bisa melihat situasi atau keadaan yang ketersedian air yang kurang, kita bisa menggunakan varitas ini.

Selain itu, kata Kepala BPTP NTT, ada juga viritas impari 24 atau beras merah. Impari 24 ini sangat baik untuk dikonsumsi orang-orang yang mengalami strok, Diabet dan lain-lainnya.

Cegah Penularan Virus Corona, STKIP Weetabula SBD Berlakukan Sistem Kuliah Blended Learning

Tim Satgas Covid BNN Kota Kupang Kunjungi Pegawai yang Sakit

Santap 6 Makanan Ini agar Kenyang dan Tahan Lama Saat Menjalani Ibadah Puasa

Hi Moms, Ikuti Cara Tepat Menyimpan Makanan Ini Agar Tidak Boros Uang Belanja Bulanan

Saat Banyak Aktivitas dan Berpuasa Tapi Tidak Haus di Siang Hari, Terapkan Tips Berikut !

"Kami berharap, varitas-varitas ini dapat dikembangkan di BPTP NTT secara masif, melalui DPRD dan dinas pertanian bekerja sama mengembangkan varitas yang ada ini, sehingga semua kabupaten Se-NTT dapat merasakan inovasi yang telah dihasilkan," ujar Procula (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Ray Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved