Cegah Penularan Virus Corona, STKIP Weetabula SBD Berlakukan Sistem Kuliah Blended Learning
pilihan sistem perkulihan seperti itu harus dilakukan karena tuntutan keadaan atas pandemi corona sebagaimana terjadi sekarang
Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
Cegah Penularan Virus Corona, STKIP Weetabula Sumba Barat Daya Berlakukan Sistem Kuliah Blended Learning
POS-KUPANG.COM|TAMBOLAKA--Ketua sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan (STKIP) Weetabula, Sumba Barat Daya, NTT, Wihelmus Yape Kii, S.Pt, M.Phil.M.A, mengatakan, demi mencegah penularan virus corona dan menuruti himbauan pemerintah menjalankan protokol kesehatan dunia maka pihaknya tertanggal 18 Maret 2020 memberlakukan sistem perkulihan blended learning Hal mana mahasiwa mahasiswi mendapat tugas secara langsung oleh dosen dan mengerjakannya.
Dalam hal mengumpulkan tugas tersebut mahasiswa bisa mengumpulkan secara online melalui E-mail, whatApp grup, messenger grup dan juga dapat mengumpulkan langsung ke kampus.
Dikatakan, managemen kampus STKIP Weetabula, Sumba Barat Daya tidak dapat memberlakukan sistem kuliah online learning karena keterbatasan ekonomi dan buruknya akses internet. Umumnya mahasiswa belum memiliki handphone android, labtop, ipon dan terakhir pembelian data paket.(pulsa paket) dan buruknya akses jaringan internet.
Dengan mempertimbamgkan berbagai persoalan itu maka managemen kampus STKIP Weetabula, SBD memutuskan menggunakan sistem perkuliahan blended learning.
Ketua STKIP Weetabula, Sumba Barat Daya, Wihelmus Yape Kii, S.Pt, M.Phil, M.A menyampaikan hal itu didampingi Romo Kanisius Kami, M.Pd, di ruang kerjanya, Selasa (5/5/2020) pagi.
Menurutnya , pilihan sistem perkulihan seperti itu harus dilakukan karena tuntutan keadaan atas pandemi corona sebagaimana terjadi sekarang.
Ia menjelaskan, pihaknya tetap memberlakukan protokol kesehatan dimana setiap mahasiswa mahasiswi.yang datang ke kampus wajib mengenakan masker, menjaga jarak saat bertemu dosen dan waktu pertemuan hanya 10 menit.
Selanjutnya setelah selesai pertemuan, setiap mahasiswa dan mahasiswi mendapat penyemprotan disinfektan. Hal itu demi mencegah penularan virus corona.
Menjawab pertanyaan apakah dengan sistem kuliah blended learning, pihak kampus dapat mengambil kebijakan mengurangi biaya perkuliahan.
• Tim Satgas Covid BNN Kota Kupang Kunjungi Pegawai yang Sakit
• Pemanfaatan Alsintan Saat Panen Solusi Jitu Saat Pandemi Corona
• Santap 6 Makanan Ini agar Kenyang dan Tahan Lama Saat Menjalani Ibadah Puasa
• Saat Banyak Aktivitas dan Berpuasa Tapi Tidak Haus di Siang Hari, Terapkan Tips Berikut !
Ia mengatakan, tidak ada pengurangan biaya perkulihan tetapi memberi keringanan waktu pembayaran sampai situasi kembali nornal, baru melunasinya. Pihaknya tidak dapat memaksakan karena kondisi ekonomi masyarakat lumpuh.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)