Breaking News:

Petronela Mau Terancam Ttidak Bisa Mengikuti Program Kartu Prakerja

Seorang peserta Petronela Mau terancam tidak bisa mengikuti program Kartu Prakerja

Editor: Kanis Jehola
Petronela Mau Terancam Ttidak Bisa Mengikuti Program Kartu Prakerja
POS-KUPANG.COM/ELLA UZU RASI
Petronela Mau, S.Pd., salah satu pendaftar Kartu Prakerja yang terkendala.

POS-KUPANG.COM - Seorang peserta Petronela Mau terancam tidak bisa mengikuti program Kartu Prakerja. Sarjana pendidikan ini mengeluhkan sistem yang dinilai menghambatnya saat mendaftar secara online lewat www.prakerja.go.id.

Saat melakukan pendaftaran, Petronela dibantu seorang temannya. Semua tahapan sudah dilakukannya, mulai dari login, mendaftarkan email sampai menjawab 25 pertanyaan.Setelah itu, temannya log out (keluar) dari akun Petronela. Sang teman kemudian mendaftarkan istrinya melalui komputer yang sama.

Pendaftar Prakerja Tembus 11 Ribu Korban PHK Prioritas

"Setelah istrinya didaftarkan, jadinya itu data saya, NIK dan sebagainya punya saya tapi nama yang muncul adalah nama istri teman saya itu," ujar Petronela dengan nada kesal, Kamis (30/4).

Menurutnya, ketika pendaftar mengalami kesulitan, ada disediakan sarana bantuan seperti email dan instagram. Namun ketika dihubungi tidak ada balasan.
"Saya sudah mengirimkan keluhan ke email dari kemarin tapi tidak ada balasan. Ini sudah 1 x 24 jam," tambahnya.

Aljufri Berdakwah Sambil Berternak Sapi

Petronela heran dan mempertanyakan kenapa satu komputer hanya bisa untuk mendaftarkan satu akun. Ia sudah mencoba masuk dengan email dan password-nya tapi yang muncul adalah nama istri temannya. Petronela tidak bisa mendaftar ulang karena NIK-nya sudah terpakai.

Saat mendaftar, Petronela memilih keahlian menjahit. Menurutnya, manusia harus punya keterampilan dalam hidupnya.

"Kalau prosesnya terkendala seperti ini dan tidak ada bantuan tidak bisa dibilang membantu lagi. Harusnya ada orang untuk selalu siap membantu ketika kita bertanya tentang kesulitan dan hambatan yang kita hadapi saat mendaftar," kata Petronela.

"Ini mematahkan hati kami-kami yang mau belajar," tukasnya. Petronela berharap ke depannya sistem bisa dibuat lebih baik lagi dan disediakan orang untuk selalu membantu ketika ada yang kesulitan mendaftar.

Pendaftar lainnya, Stefania Y Langkamau juga mengeluhkan sistem yang berjalan lambat. Gadis yang akrab disapa Yolan ini membuka aplikasi untuk mendaftar tapi jaringan pada sistem yang lambat. Meski sudah refresh hingga 7 kali namun tetap saja aplikasinya tidak bisa terbuka.

Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana Kupang ini bersemangat untuk mendaftar setelah diberi info oleh temannya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved