Lulus 100 Persen, SMAK Giovanni Kupang Umumkan Hasil Secara Daring

Suasana pengumuman kelulusan di SMA Katolik Giovanni, Kupang, tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya

Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ELLA UZU RASI
Kepala SMAK Giovanni, Kupang, Rm. Stefanus Mau, Pr 

Lulus 100 Persen, SMAK Giovanni Kupang Umumkan Hasil Secara Daring

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Suasana pengumuman kelulusan di SMA Katolik Giovanni, Kupang, tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tak ada amplop kelulusan yang diterima siswa-siswi dan tawa ceria saat mendengar nama mereka dinyatakan lulus, atau foto bersama menggunakan pakaian adat daerah masing-masing. Pengumuman kelulusan siswa telah dilakukan secara daring melalui laman sekolah.

"Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan bahwa pada hari ini sebanyak 317 siswa boleh mengalami sukacita karena mereka telah menyelesaikan studinya. Namun, tidak ada pengumuman kelulusan yang menghadirkan orang tua, dimana sekolah secara langsung ingin mengucapkan terima kasih sekaligus mengembalikan anak-anak kepada orang tua," kata Kepala Sekolah SMAK Giovanni Kupang Romo Stefanus Mau kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/5/2020).

Romo Stef menguraikan, proses kelulusan salah satu SMA unggulan di Kota Kupang itu diawali dengan rapat bersama para guru dan kepala sekolah pada tanggal 29 April 2020. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Sekolah SMA Katolik Giovanni Kupang Nomor 407 tahun 2020 tentang Kriteria Kelulusan, ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh para siswa agar bisa dinyatakan lulus. Pertama, menyelesaikan program pembelajaran; kedua, memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal 'Baik'; ketiga, lulus ujian sekolah dengan ketentuan memperoleh nilai ujian sekolah untuk tiap mata pelajaran minimal 50.

"Setelah memperhatikan perolehan nilai dari setiap siswa pada ujian sekolah, nilai rapor semester satu hingga enam, dan berbagai usul saran pertimbangan dewan pengajar, maka secara bulat kami memutuskan untuk meluluskan 317 siswa SMAK Giovanni atau lulus 100 persen," terang Romo Stef. Para siswa tersebut terbagi dalam program MIPA sebanyak 148 siswa, Program IPS sebanyak 158 siswa, dan Program Bahasa dan Budaya sebanyak 11 siswa. Adapun nilai terendah yang diperoleh yakni 60 dan nilai tertinggi 98.

Dengan adanya pengumuman kelulusan ini, Romo Stef meminta para siswa tidak keluar rumah, berkumpul, melakukan aksi coret seragam dan wajah, serta melakukan konvoi yang mengganggu ketertiban umum. Para orang tua/wali siswa diminta pula untuk mengawasi anak-anak di rumah. Jika didapati siswa SMAK Giovanni melakuan hal tersebut, maka sekolah akan memberikan sanksi dengan menahan ijazah mereka sampai orang tua/wali bersama siswa bersangkutan datang ke sekolah untuk mempertanggungjawabkan perilaku tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Romo Stef juga mengucapkan terima kasih kepada Uskup Agung Kota Kupang Mgr. Petrus Turang, Yayasan Swasti Sari, para guru dan pegawai di SMAK Giovanni Kupang, Ketua Komite Sekolah dan anggota, dan media massa, elektronik, dan online.

"Terima kasih bagi seluruh masyarakat NTT khususnya Kota Kupang yang selalu memberikan perhatian dan dukungan bagi perkembangan SMAK Giovanni Kupang dari hari ke hari; ada begitu banyak kontribusi yang disumbangkan oleh masyarakat. Giovanni, SMA bermutu dan terpercaya untuk semua," pungkasnya sambil mengucapkan tagline sekolah tersebut.

Kepsek SMK N 3 Kupang Himbau Siswa-Siswi,Tidak lakukan Aksi Konvoi di Jalan.

Dikabarkan Akan Menikah, Atta Halilintar & Aurel Hermansyah Masih Sering Bertengkar,Ini Penyebabnya

Bupati Sumba Timur Minta Perketat Pengawasan Kapal dari Bagian Barat

Usai pengumuman kelulusan ini, Romo Stef menambahkan, pihak sekolah akan mengatur mekanisme pengambilan ijazah. Para siswa nantinya dapat mengurus administrasi kelulusan berupa ijazah di sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved