Pemkab Belu Salurkan BLT Mulai Dari Desa Tialai

(BLT) yang bersumber dari dana desa kepada masyarakat terdampak virus corona atau covid 19 yang memenuhi syarat.

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan menyerahkan BLT dana desa perdana secara simbolis kepada warga penerima di Desa Tialai, Kecamatan Tasifeto Timur, Jumat (1/5/2020). 

Pemkab Belu Salurkan BLT Mulai Dari Desa Tialai

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Pemerintah Kabupaten Belu terus menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa kepada masyarakat terdampak virus corona atau covid 19 yang memenuhi syarat.

Penyaluran perdana dimulai dari Desa Tialai, Kecamatan Tasifeto yang secara simbolis diserahkan oleh Wakil Bupati Belu, Drs. J.T Ose Luan, Jumat (1/5/2020). Hadir saat itu, Pemimpin Cabang BRI Atambua, Stefanus Juarto, Kadis PMD, Januaria Nona Alo, Kepala BP4D, Florianus Nahak, Camat Tasifetoto Timur, Vinsensius Moruk dan anggota DPRD Belu, Marthen Nai Buti.

Penyaluran BLT akan berlanjut di desa-desa lain yang sudah siap, baik secara administrasi maupun anggarannya. Pemerintah Kabupaten Belu mempercayakan Bank BRI untuk menyalurkan BLT dana desa di seluruh Kabupaten Belu.

Sesuai data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), total penerima BLT dana desa di Kabupaten Belu sebanyak 9.650 Kepala Kekuarga (KK) dengan total anggaran sebesar Rp 14, 9 M. Jumlah desa di Kabupaten Belu sebanyak 69 desa.

Masing-masing KK menerima BLT sebesar Rp 600.000 per bulan selama jangka waktu tiga bulan terhitung sejak April-Juni 2020. Penyaluran bantuan tersebut dalam bentuk buku tabungan simpedes BRI yang sudah memiliki saldo dan kartu ATM.

Wakil Bupati Belu, Drs. J.T Ose Luan kepada wartawan, BLT yang bersumber dari dana desa merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menanggulangi dampak covid 19 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Desa dan PDTT.

Desa Tialai merupakan desa perdana di Kabupaten Belu yang menyalurkan dana BTL penanggulangan covid 19 dengqn total penerima BLT sebanyak 66 kepala keluarga. Sasaran penerima BLT adalah warga miskin non PKH, Bantuan Pangan Non Tunai, warga yang kehilangan mata pencaharian, warga yanga belum terdata dan mempunyai keluarga rentan sakit menahun atau kronis.

Menurut Ose Luan, skema pemberian BTL dana desa memiliki aturan tersendiri. Manakala jumlah penerima BLT di desa yang bersangkutan melebih dari jumlah anggaran yang tersedia di desa maka nama-nama KK yang lebih akan diakomodir oleh pemerintah kabupaten. Saat ini pemerintah kabupaten sedang melakukan pendataan untuk bantuan jaring pengaman sosial.

Ose Luan menghimbau kepada seluruh masyarakat Belu agar mentaati protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah. Sebab, untuk memerangi covid 19 tidak bisa menggunakan senjata secanggih apapun, tetapi mencegah covid 19 hanya bisa dengan memakai masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak fisik dan protokol kesehatann lainnya.

Halaman
123
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved