Jumat, 10 April 2026

Djafar Tegur Pedagang Bandel Tak Pakai Masker Saat Berjualan

Bupati Ende, Drs. Djafar Achmad, menegur pedagang bandel di Pasar Mbongawani yang tidak memakai masker

Editor: Kanis Jehola
POS- KUPANG.COM/Romualdus Pius
Bupati Ende, Djafar Achmad, membagikan masker kepada para pedagang takjil di Pasar Mbongawani Ende, Rabu (29/4) sore. 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Bupati Ende, Drs. Djafar Achmad, menegur pedagang bandel di Pasar Mbongawani yang tidak memakai masker karena melawan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Teguran itu disampaikannya ketika menyambangi Pasar Mbongawani bersama petugas POM Ende, Rabu (29/4), membagikan masker dan hand sanitizer. Terlihat Bupati Djafar membagikan masker kepada para pedagang takjil di Pasar Mbongawani.

Pegadaian Beri Tiga Stimulus untuk Nasabah

Disaksikan, sesaat turun dari mobil dinasnya EB-1, orang nomor satu di Ende itu menghampiri para pedagang takjil yang berjualan di sepanjang area Pertokoan Mbongawani lalu membagikan masker kepada mereka.

Di sela-sela membagi masker, Bupati Djafar lantas menegur seorang pedagang yang kedapatan tidak memakai masker pada saat berjualan. Melihat hal tersebut, Bupati Djafar lantas mendekati pedagang tersebut dan memintanya memakai masker.

Bupati Djafar meminta masyarakat agar selalu menggunakan masker demi keselamatan diri dan orang lain apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Tiel Terkejut Harga Gula Naik Drastis

"Masker harus dipakai bukan disimpan di saku celana. Masker melindungi diri dari bahan-bahan berbahaya yang bisa masuk ke dalam tubuh," terang Bupati Djafar.

Bupati Djafar mengakui belum semua masyarakat sadar menggunakan masker. Pihaknya tidak jenuh mengkampanyekan agar warga harus menggunakan masker.

Bupati Djafar juga melihat masih banyak warga di daerah itu mengabaikan protokol Covid-19. Pada Rabu (29/4) sore terlihat di Kompleks Pasar Mbongawani ratusan warga masih berkumpul pada umumnya enggan menggunakan masker.

Kehilangan Pekerjaan

Para pengusaha di Kota Ende harus kehilangan pekerjaan dampak Covid-19. Seorang pengusaha, Lorens Tani Wangge, Rabu (29/4), mengaku dirinya merupakan satu dari ratusan pengusaha di Ende yang terpaksa kehilangan pekerjaan dampak virus corona.

Lorens mengatakan meskipun saat ini di Ende tidak ada warga terpapar virus corona, namun masyarakat justru terkena dampaknya, banyak yang kehilangan pekerjaan, termasuk para pengusaha atau kontraktor.

"Jangan kira bahwa yang terkena dampak hanya masyarakat menengah ke bawah. Virus corona memberikan dampak kepada semua kalangan tanpa memandang jenis pekerjaan, termasuk pengusaha," tutur Lorens.

Dia menyebut dampak yang dirasakan oleh para pengusaha adalah banyak proyek-proyek pemerintah yang tidak dilepas sehingga membuat para pengusaha kehilangan pekerjaan. Selama ini para pengusaha menggantungkan hidupnya dari proyek pemerintah.

"Selama ini para pengusaha menjadi rekanan pemerintah. Ketika pemerintah tidak melepas proyek karena corona, dipastikan para pengusaha kehilangan pekerjaan," tutur Lorens.

Dia berharap pemerintah bisa melepas proyek meskipun nilainya kecil. Juga memberikan subsidi kepada para pengusaha agar bertahan hidup.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved